Jusuf Kalla Tak Akan Beri Uang Tebusan kepada Kelompok Abu Sayyaf

Jusuf Kalla Tak Akan Beri Uang Tebusan kepada Kelompok Abu Sayyaf

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Pemerintah dikabarkan tidak akan memberikan uang tebusan untuk kelompok Abu Sayyaf yang telah menyandera 10 warga negara Indonesia. Walau demikian, pemerintah tidak akan melarang jika pengusaha pemilik kapal yang disandera akan membayar uang tebusan. Pemerintah tidak akan ikut campur dalam pemberian uang tebusan tersebut.

“Kalau pengusahanya tentu kami tidak bisa larang, tetapi pemerintah tidak memfasilitasi untuk itu,” ujar Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Minggu (10/04/2016). Menurutnya, pemerintah belum mendapat laporan terbaru terkait pembebasan sandera. Ia optimistis pembebasan sandera dapat dilakukan dengan baik. “Insya Allah,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perusahaan pemilik kapal akan memenuhi uang tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 14,3 miliar kepada kelompok Abu Sayyaf. “Perusahaannya sudah siap bayar,” ucap Luhut. Walau demikian, Luhut tidak menjelaskan kapan uang itu akan diantarkan kepada penyandera anak buah kapal yang semuanya warga negara Indonesia itu.

Penyanderaan 10 WNI tersebut bermula sejak 26 Maret lalu. Kala itu kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 membawa tujuh ribu ton batu bara dari Sungai Puting di Kalimantan Selatan menuju Batangas kawasan Filipina Selatan. Kedua kapal itu diawaki 10 orang warga negara Indonesia. Karena membawa ribuan ton batu bara, kecepatan mereka hanya 4 knots.

Tiba-tiba, kapal itu dicegat dari sebelah kanan oleh orang tidak dikenal bersenjata. Mereka pun dibawa ke Filipina. Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 14,3 miliar. Kelompok tersebut sudah beberapa kali menculik warga asing dan meminta tebusan, Namun ini adalah kejadian pertama terhadap WNI.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok