Gagal Jadi Satpam, Pemuda Asal Depok Nekat Gantung Diri

Gagal Jadi Satpam, Pemuda Asal Depok Nekat Gantung Diri

ilustrasi

HarianDepok.com – Berita , Seorang pemuda warga kota Depok yang bermukim di daerah Kampung Jatijajar, Tapos, Depok, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan lehernya ke plafon rumah menggunakan seutas tambang. Kejadian yang berlangsung pada Rabu 06 April 2016 kemarin ini langsung menggegerkan warga sekitar.

Menurut data yang diperoleh bahwa korban yang bernama Fahri (26th) nekat mengakhiri hidupnya tersebut lantaran dirinya gagal menjadi seorang satpam di salah satu perusahaan. Selain itu, kejadian naas ini ditenggarai juga oleh adanya penyakit kejiwaan yang dialami oleh korban.

Muryati (40th) ibu kandung korban yang juga sebagai orang yang pertama kali mengetahui peristiwa tersebut langsung menjerit histeris melihat anaknya dalam keadaan begitu rupa usai dirinya berbelanja di sebuah warung yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Teriakan Muryati pun juga langsung mendapatkan perhatian dari sejumlah warga yang langsung berdatangan ke tempat kejadian.

Sarifudin (50th) yang juga ayah kandung korban pun kontan kaget melihat keadaan anaknya yang sudah tidak bernyawa tergantung di atas atap rumah. Jasad korban yang sudah tidak bernyawa tersebut akhirnya diturunkan oleh ayahnya sendiri untuk segera dimakamkan.

Seorang saksi yang berinisial R dalam pernyataannya mengenai kejadian tersebut mengungkapkan bahwa korban yang juga pengidap gangguan mental pada beberapa waktu lalu sempat mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit, namun dikarenakan keterbatasan dana akhirnya korban hanya mendapatkan perawatan berjalan saja.

“Iya mas, korban semasa hidupnya pernah menjalani pengobatan di rumah sakit akibat penyakit kejiwaan yang dideritanya ini. Namun, karena keterbatasan dana yang dimiliki oleh orangtuanya, maka korban hanya mendapatkan perawatan berjalan saja. Hidup yang penuh dengan tekanan dan penyakit yang dideritanya inilah yang diperkirakan korban memilih jalan bunuh diri,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Babinkamtibmas Jatijajar, Depok, Bripka Mujito menjelaskan bahwa kematian korban tersebut terjadi diduga akibat korban gagal mendapatkan pekerjaan sebagai satpam. Selain daripada itu, adanya penolakan dari pihak keluarga mengenai permintaan nikah juga menjadi salah satu dugaan penyebab tewasnya korban.

“Informasi yang diperoleh penyebab depresi korban lantaran tidak berhasil masuk satpam. Selain itu korban ingin minta nikah namun sama keluarga tidak dikasaih dengan alasan depresi belum sembuh,”ungkapnya.

Dari keterangannya juga bahwa pihak kelurga korban menolak untuk dilakukan visum. “Dengan disaksikan ketua RT, saksi-saksi, menandatangi surat pernyataan penolakan visum,”tutupnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok