PDAM Tirta Kahuripan Bogor Alami Penurunan Pemasukan Miliaran Rupiah Akibat Peralihan Sebagian Aset ke Pemkot Depok

PDAM Tirta Kahuripan Bogor Alami Penurunan Pemasukan Miliaran Rupiah Akibat Peralihan Sebagian Aset ke Pemkot Depok

HarianDepok.com – Berita , Adanya perubahan status Depok yang awalnya hanya sebatas Kecamatan di bawah naungan Pemerintahan Kabupaten Bogor meningkat menjadi kota administratif pada beberapa tahun yang silam, membuat sejumlah aset Pemkab Bogor beralih kepada Pemkot Depok karena berada di wilayah pemerintahan kota Depok seperti PDAM Tirta Kahuripan Bogor yang terpecah sebagian menjadi milik Pemkot Depok.

Atas adanya peralihan aset tersebutlah membuat Pemkab Bogor mengalami defisit sekitar 5 miliat rupiah per bulannya. Hal ini tidak hanya dikarenakan oleh terbaginya aset PDAM Kahuripan ke PDAM Tirta Asasta milik Pemkot Depok, namun beralihnya juga para pelanggannya sebanyak 42.000 orang yang ikut menjadi bagian aset Pemkot Depok sehingga PDAM Tirta Kahuripan mengalami penurunan pemasukan.

Maka daripada itulah PDAM Tirta Kahuripan berencana akan menambahkan kembali sambungan pipa air minum yang baru sebanyak 12.500 unit yang diprioritaskan di 12 Kecamatan yang ada di Bogor Tengah. Guna menjalankan rencana tersebut, Pemkab Bogor diperkirakan akan mengeluarkan dana anggarannya hingga miliaran rupiah.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Kahuripan Bogor, Hadi Mulyana Asmat pada saat dikonfirmasi awak media mengenai perihal tersebut mengatakan bahwa pihaknya dalam mengembangkan usahanya tersebut tidak hanya difokuskan ke wilayah Bogor bagian Tengah saja, namun bagian Timur juga akan difokuskan untuk dikembangkan.

“Bukan hanya di wilayah tengah saja, namun di bagian timur juga akan kami fokuskan juga untuk dikembangkan,” tuturnya, Selasa (05/04/2016).

Hadi menungkapkan bahwa beberapa titik lokasi yang menjadi target pengembangan pihaknya diantaranya adalah, Ciawi, Caringin, Tajur Halang, Bojong Gede, Parung, Sukaraja dan daerah Cibinong. Sedangkan untuk bagian Bogor bagian Timur titik pengembangan diantaranya adalah, Gunung Putri, Cileungsi dan Jonggol yang saat ini menjadi buruan para investor.

Dengan adanya upaya pengembangan dan penambahan unit unit baru di beberapa lokasi, diharapkannya dapat meningkatkan pemasukan dan mengantisipasi terjadinya defisit di PDAM Tirta Kahuripan yang dimiliki oleh Pemkab Bogor saat ini.

Sementara itu, Pemkot Depok dalam upayanya mendapatkan sebagian aset PDAM Tirta Kahuripan Bogor senilai 21 miliar rupiah pada tahun 2015 lalu sempat terkendala dengan adanya kalkulasi dan perhitungan terkait pengalihan kepemilikan aset. Meski demikian, aset tersebut akhirnya resmi dimiliki oleh Pemkot Depok pada 27 April 2015 lalu yang diserahkan langsung oleh Bupati Bogor, Nurhayati kepada Nur Mahmudi Ismail pada saat digelarnya acara HUT Kota Depok yang ke-16 di Balaikota Depok.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)