Jamkesda Lebih Disukai Warga Miskin di Depok

Jamkesda Lebih Disukai Warga Miskin di Depok

HarianDepok.com – Berita , Sejumlah penduduk miskin di Depok tampaknya lebih memilih jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebab system birokrasi yang rumit, ditambah tidak semua rumah sakit swasta menerima pasien dengan predikat (BPJS) malah membuat warga repot dan malas mengurusnya.

“Saya lebih suka Jamkesda tidak bergabung dalam BPJS, saya sangat tidak setuju, karena manajemen yang buruk dari BJPS, lagi pula Jamkesda lebih cepat dari BPJS,” kata seorang warga Pancoran Mas, di Balai Kota Depok, Rabu (6/8).

Dia menjelaskan bahwa untuk  mendapatkan Jamkesda ia hanya tinggal minta rekomendasi RT/RW, puskesmas, dan Dinkes Depok.  Setelah itu, anggota keluarga dekat yang sakit akan langsung mendapat pelayanan di Rumah Sakit Puri Cinere.

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail membenarkan hal tersebut, karena nilai kapitasi lebih besar Jamkesda dari pada BPJS. Pada periode transisi, kata Nur Mahmudi, ia terus melakukan upaya pendampingan program BPJS.

Nur Mahmudi mengakui bahwa banyak rumah sakit yang belum menyepakati sistem tarif. 7 Rumah Sait siap untuk ikut, dan ia yakin perlahan melalui pendampingan pemerintah kota, rumah sakit swasta akan setuju.

“Plafon BPJS memang tidak trabatas, hanya saja melewati harga standar, jatah Jamkesda sampai 100 juta pertahun pada  tiap orang, klaimnya juga mudah, jika obat ya tergantung dokternya, kualitas obat tentu saja lebih bagus Jamkesda, sebab plafonnya lebih tinggi. Saya kira masyarakat harus pintar memilih,” pungkasnya.

[adm/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)