Polsek Beji, Depok Razia Warnet, 35 Remaja Terjaring Petugas

Polsek Beji, Depok Razia Warnet, 35 Remaja Terjaring Petugas

HarianDepok.com – Berita , Adanya peraturan kota yang membatasi jam usaha Warung Internet (Warnet) di wilayah kota Depok menjadi salah satu pegangan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Beji, Depok dalam melakukan kegiatan razia di wilayah hukumnya terhadap sejumlah warnet yang masih beroperasi diatas jam yang sudah ditentukan.

Dari kegiatan razia yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Beji, Komisaris Polisi Ni Gusti Ayu Supiati pada Minggu (27/03/2016) dini hari tadi, para petugas berhasil mengamankan 35 remaja yang masih kedapatan berada di dalam warnet yang tengah melakukan suatu kegiatan. Oleh petugas mereka langsung didata dan diberikan binaan agar tidak mengulangi perbuatannya dikemudian hari.

Sedangkan untuk para pengelola usaha warnet diberikan tindakan tegas berupa surat peringatan karena telah menyalahi prosedur dan peraturan yang berlaku mengenai batasan jam usaha warnet.

Kapolsek Beji, Komisaris Polisi Ni Agus Supiati mengatakan bahwa kegiatan razia yang dilakukan oleh pihaknya kali ini di sejumlah warnet di Jalan Komodo dan Jalan Ridwan Rais ditujukan untuk meminimalisir terjadinya tindakan asusila khususnya dikalangan remaja yang kerap melakukan hal tersebut di dalam bilik warnet.

Selain itu, razia tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi akan adanya tindakan pencurian kendaraan bermotor yang biasanya dilakukan di malam hari pada saat warnet sepi dari berbagai aktivitas masyarakat disekitarnya serta mencegah adanya tindakan pengaksesan situs porno yang dapat mengundang para pengaksesnya untuk berbuat asusila seperti yang ditontonnya.

“Razia kali ini kami fokuskan kepada mengantisipasi terjadinya pencurian kendaraan bermotor yang kerap terjadi di lingkungan warnet. Selain daripada itu, razia ini juga kami maksudkan agar dapat mencegah tindakan asusila dan kriminal lainnya yang diakibatkan oleh menonton film porno secara online di bilik warnet yang kebanyakan dilakukan oleh kalangan remaja,” tuturnya, Minggu (27/03/2016).

Dari pengakuannya, bahwa razia yang diselenggarakannya kali ini dibantu oleh sejumlah anggota Pokdarkamtibmas dan pihak FKPM yang langsung bergerak memeriksa sejumlah remaja pengunjung warnet. Dari hasil pemeriksaan oleh petugas, sebanyak 35 remaja terjaring karena didapati telah mengakses situs porno secara sengaja.

“Dari razia ini petugas tidak menemukan benda benda yang mencurigakan, namun kami hanya mendapati beberapa remaja saja yang sedang mengakses situs porno diam diam. Mereka kita kumpulkan dan kami data serta kami berikan pembinaan agar tidak mengulangi hal tersebut dikemudian hari,” katanya.

Menurutnya, banyaknya peristiwa pelecehan seksual yang terjadi pada anak anak saat ini lebih disebabkan oleh kurangnya pengawasan orangtua terhadap anak anak mereka sendiri, mulai dari pergaulannya dan kegiatannya sehari hari diluar sekolah seperti berada di warnet hingga larut malam yang berpotensi menyebabkan sang anak mengakses situs situs porno.

“Kami menghimbau kepada para orangtua agar selalu menjaga serta mengawasi kegiatan anak anak mereka diluaran sekolah seperti halnya berselancar di dunia maya melalui warnet. Hal tersebut sebetulnya baik untuk pengetahuan anak anak, namun ada juga yang memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan hal hal negatif seperti mengakses situs porno dan sebagainya. Inilah yang harus diwaspadai oleh para orangtua, jangan sampai generasi muda rusak karena film atau situs porno,”tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)