Pemkot Depok Terapkan Perwa Mengenai Batasan Usia Angkutan Umum

Pemkot Depok Terapkan Perwa Mengenai Batasan Usia Angkutan Umum

HarianDepok.com – Berita , Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam meningkatkan kualitas jasa pelayanan transportasi umum di wilayahnya saat ini telah memberlakukan beberapa peraturan baru dengan maksud agar seluruh masyarakat khususnya para pengguna jasa layanan transportasi umum agar dapat merasakan aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitasnya sehari hari.

Salah satu aturan yang terdapat di dalam Peraturan Walikota (Perwa) Depok Nomor 8 Tahun 2015 adalah mengenai pembatasan usia kendaraan angkutan umum yang dimana dibatasi penggunaannya hanya sampai 20 tahun saja. Hal tersebut merujuk kepada banyaknya permasalahan yang terjadi akibat armada angkutan umum seperti kecelakaan dan malfungsi sistem kendaraan.

Pembatasan usia penggunaannya pun juga diatur secara terpisah, yakni untuk mobil penumpang seperti taksi dibatasi penggunaannya hanya sampai tujuh tahun saja, sedangkan untuk mobil berkapasitas lebih besar seperti Angkutan Kota (Angkot) dibatasi sampai dengan 10 tahun saja.

Bagi kendaraan jenis bus berkapasitas sedang yang beroperasi di wilayah kota Depok, akan dibatasi penggunaannya hanya sampai 15 tahun saja dan untuk kendaraan jenis bus besar yang memiliki trayek di kota Depok akan dibatasi penggunaannya hanya 20 tahun. Dengan adanya pembatasan usia penggunaan seperti ini, diharapkan Pemkot Depok dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan dalam berlalu lintas.

Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Lintas Batas Dishub Pemkot Depok, Akhmat Zaini dalam tanggapannya mengenai adanya peraturan tersebut menyatakan akan mendukung penuh kebijakan tersebut dengan melakukan kegiatan sosialisasi dan pemberian tindakan kepada seluruh pengendara angkutan umum terkait adanya peraturan yang membatasi usia  penggunaan alat transportasi umum .

“Jika ada kendaraan angkutan umum orang yang telah melewati batas usia kendaraan, maka kendaraan tersebut akan dilarang beroperasi dan harus melakukan perubahan fungsi menjadi angkutan bukan umum (angkutan pribadi). Apabila ada yang ingin merubah fungsinya menjadi angkutan barang itu juga diperbolehkan,” tuturnya di Depok, Minggu (27/03/2016).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Anton Taufani menjelasan bahwa Perwa Nomor 8 Tahun 2015 tersebut sudah dikomunikasikan dan dibahas bersama sama dengan sejumlah pihak terkait termasuk Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Depok bagaimana teknis pelaksanaan dan aturan mainnya nanti.

“Pada saat dialog antara pihak kami dengan para pengurus Organda kota Depok mengenai pembatasan usia penggunaan angkutan umum pada waktu itu mereka cukup kooperatif dan bahkan pada waktu itu mereka hanya mengajukan batasan usia penggunaan angkot hanya tujuh tahun saja. Meski demikian akhirnya kami bersepakat untuk usia kendaraan angkot hingga 10 tahun,” ungkapnya.

Dengan diterapkannya regulasi seperti ini, diharapkannya dapat meminimalisir adanya kejadian kejadian yang merugikan dikarenakan oleh penurunan kemampuan kendaraan umum dalam beroperasi. Selain dapat mencegah terjadinya hal hal tersebut, regulasi ini juga dimaksudkan agar para pengguna jasa layanan angkutan umum dapat merasakan aman dan nyaman pada saat mengunakan angkutan umum.

Seperti yang diketahui bahwa di wilayah DKI Jakarta pada beberapa waktu lalu sempat dihebohkan dengan adanya kecelakaan angkutan umum yang mengakibatkan belasan penumpangnya tewas ditempat karena tersambar kereta api diduga dikarenakan oleh sudah tidak layaknya angkutan tersebut beroperasi.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: