DPRD Depok Berencana Terapkan Sistem Pelayanan Kesehatan Baru Mirip Jamkesda

DPRD Depok Berencana Terapkan Sistem Pelayanan Kesehatan Baru Mirip Jamkesda

HarianDepok.com – Berita , Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kota Depok atas adanya kekisruhan mengenai pelayanan kesehatan dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan yang dirasakan amat berbeda pada saat penerapannya dilapangan membuat sejumlah elit politik kota Depok angkat bicara guna menyelesaikan permasalahan tersebut agar masyarakat khususnya warga yang kurang mampu dapat menikmati layanan kesehatan tanpa mengkhawatirkan biaya perawatan.

Kekisruhan ini diduga terjadi atas adanya peristiwa penolakan dari sejumlah rumah sakit kepada salah satu warga kota Depok yang juga terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan namun menunggak dikarenakan tidak mampu lagi untuk membayar akibat perekonomian keluarga yang semakin terpuruk karena penyakit jantung yang dideritanya.

Oleh sebab itulah, sejumlah lembaga dan masyarakat menuntut kepada pemerintah agar dapat memperbaiki sistem pelayanan kesehatan yang menurut mereka masih jauh dari harapan mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan tidak memberatkan perekonomian masyarakat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Hendrik Tangke Allo dalam tanggapannya mengenai permasalahan tersebut mengaku bahwa pihaknya telah merancang Sistem Kesehatan Daerah (SKD) yang nantinya akan menggantikan BPJS Kesehatan untuk mengcover kesehatan masyarakat kurang mampu yang ada di kota Depok.

“Masyarakat kini semakin sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan meskipun dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Maka daripada itu, agar masyarakat kota Depok khususnya yang kurang mampu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah dan baik, kami bersama sama dengan pemerintah akan merancang sistem kesehatan daerah yang baru,” tuturnya, Senin (21/03/2016).

Dari penjelasannya bahwa SKD yang rencananya akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini, diklaim oleh pihaknya menyerupai Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang hanya berlaku di satu wilayah saja dengan mengandalkan APBD daerah namun memiliki fungsi yang optimal dalam penerapannya.

Berbeda dengan BPJS yang pada sistemnya menggunakan cara gotong royong oleh seluruh anggota yang dibebankan dengan iuran setiap bulannya. Maka daripada itulah agar masyarakat tidak terbebani dengan permasalahan tersebut, Hendrik berencana akan menerapkan sistem pelayanan kesehatan yang tidak memberatkan masyarakat namun sangat optimal dalam pelaksanaannya.

Guna merealisasikan rencana tersebut, Hendrik pun turut mengajak para anggota dan SKPD daerah terkait guna bersama sama mencari jalan keluar dalam mengatasi permasalahan sistem kesehatan di wilayah kota Depok agar lebih maksimal lagi dalam penerapannya dilapangan.

“Kedepannya SKD ini nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat kota Depok yang tergolong kurang mampu agar mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD dengan baik tanpa harus memikirkan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan. Karena di SKD ini pembiayaannya dibebankan kepada APBD daerah. Uang kita cukup kok buat cover itu,” paparnya.

Sementara itu, Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengatakan bahwa pihaknya sangat setuju dengan rencana yang diusulkan oleh pihak DPRD mengenai pembentukan SKD yang dimana dianggapnya dapat membantu warga miskin di kota Depok dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

“Kami sangat mengapresiasikan usulan yang diberikan oleh pihak DPRD dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi terhadap warga miskin di kota Depok. Kami akan segera bicarakan lebih lanjut atas hal ini kepada pihak pihak yang terkait,” ujarnya.

Idris mengungkapkan bahwa SKD secara regulasi yang ada amatlah diperkenankan. Namun hal tersebut harus betul betul diperhatikan secara seksama dan tetap merujuk kepada kemampuan APBD Depok karena untuk penerapan SKD nantinya akan dibebankan kepada APBD yang dananya juga digunakan untuk kebutuhan lainnya seperti memperbaiki fasilitas umum, meningkatkan kualitas sarana dan prasana pendidikan dan masih banyak lagi.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)