Inilah Saran Kepala Disperindag Depok Atas Adanya Lonjakan Harga Sayur Mayur di Kotanya

Inilah Saran Kepala Disperindag Depok Atas Adanya Lonjakan Harga Sayur Mayur di Kotanya

HarianDepok.com – Berita , Masyarakat kota Depok saat ini dihadapi oleh permasalahan melonjaknya harga sayur mayur dengan harga setinggi langit yang sudah terjadi sejak satu bulan belakangan ini. Kenaikan harga komoditi seperti cabai melonjak drastis hingga 300 persen dari harga normalnya. Di Pasar Kemiri Muka, harga cabai merah keriting yang awalnya hanya 20.000 rupiah per kilonya kini naik menjadi 60.000 rupiah.

Beberapa jenis sayur mayur pun juga turut merangkak naik. Hal inilah yang hingga kini menjadi perbincangan hangat di setiap perkumpulan ibu ibu rumah tangga yang mengaku amat kesulitan menghadapi situasi seperti saat ini apalagi yang hanya memiliki pemasukan pas pasan. Sejumlah pedagang pun turut mengeluhkan tingginya harga sayur mayur saat ini yang mengakibatkan menurunnya penghasilan berjualan.

Eno (34th) salah satu pedang sayur mayur di pasar Kemiri Muka, Depok mengatakan, untuk saat ini harga sayur mayur seperti cabai merah keriting, cabai rawit dan bawang merah hingga mencapai 300 persen dari harga normal biasanya.

“Cabai merah keriting naik dari harga 20 ribu menjadi 60 ribu per kilonya, untuk cabai rawit yang sebelumnya seharga 20 ribu perkilonya kini naik menjadi 40 ribu rupiah sedangkan untuk bawang merah juga mengalami kenaikan sebesar 200 persen dengan harga jual sebesar 40 ribu rupiah perkilo yang sebelumnya hanya 20 ribu perkilonya,” jelasnya di Depok, Jum’at (18/03/2016).

Adanya kenaikan tersebut dirinya mengaku kerap kali mendapatkan pertanyaan dan omelan dari para pelanggannya mengenai penyebab tingginya harga sayur mayur tersebut. Belum lagi ditambah dengan menurunnya penghasilan penjualan sayur mayur akibat lonjakan tersebut.

“Kalau ditanya mah sering sama pelanggan, ya memang dapat barangnya susah terus harganya pun di agen juga udah tinggi, ya mau gimana lagi selain terpaksa naikin harga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok, Martinho mengatakan bahwa penyebab adanya lonjakan harga di komoditi sayur mayur seperti cabai, bawang dan yang lainnya disebabkan oleh banyaknya wilayah penghasil sayur mayur yang berada di daerah mengalami gagal panen akibat musim penghujan.

Selain daripada itu, kenaikan harga harga tersebut juga dipicu oleh sulitnya kendaraan pengangkut sayur untuk mendistribusikan barang barangnya dari daerah ke kota kota besar dikarenakan juga oleh curah hujan yang tinggi selama hampir satu bulan belakangan ini.

Guna mengatasi permasalahan tersebut Martinho menghimbau kepada seluruh warga kota Depok agar dapat melakukan penanaman pohon sayur mayur seperti pohon cabai di halaman rumah. Dengan adanya upaya tersebut dirinya optimis masyarakat tidak akan terbebani dengan adanya lonjakan harga cabai yang tidak menentu seperti saat ini.

“Kami sangat menganjurkan kepada warga agar dapat menanam sayur mayur di pekarangan rumah guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga yang memang terbilang cukup memberatkan masyarakat. Dengan adanya upaya seperti ini saya yakin dapat meringankan perekonomian rumah tangga terlebih lagi di saat seperti ini,” tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)