9 WNA Asal Korea Selatan Digiring Petugas Imigrasi Depok

9 WNA Asal Korea Selatan Digiring Petugas Imigrasi Depok

HarianDepok.com – Berita , Petugas Imigrasi kota Depok dalam upayanya memberantas Warga Negara Asing (WNA) ilegal yang kerap menggunakan wilayah kota Depok sebagai tempat persembunyiannya dari pemantauan petugas gencar melakukan kegiatan razia WNA ke sejumlah lokasi terindikasi rawan WNA ilegal.

Dari hasil operasi yang dilakukan oleh petugas di Perumahan Rafless Hills, Depok pada beberapa waktu lalu, petugas berhasil mengamankan sembilan WNA asal Korea Selatan yang diduga telah menyalahi izin tinggalnya. Agar dapat diklarifikasi atas permasalahannya tersebut, petugas pun akhirnya menggiring mereka ikut ke kantor Imigrasi kota Depok.

Kepala Imigrasi Kota Depok, Dudi Iskandar mengatakan, hasil penangkapan ini disebabkan oleh adanya laporan yang masuk dari masyarakat yang mencurigai atas aktivitas para WNA tersebut di Indonesia, maka daripada itu untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, pihak kami langsung melakukan operasi ke lapangan guna menindak tegas para WNA yang menyalahi izin tinggalnya.

“Usai kami lakukan penangkapan kepada kesembilan WNA asal Korea Selatan ini pada pekan lalu, kami lanjutkan dengan memeriksa satu per satu WNA tersebut di jam yang berbeda beda. Belum ada keputusan yang menyatakan akan mendeportasi mereka ke negara asalnya,” tuturnya di Depok, Senin (15/03/2016).

Dari hasil keterangannya, bahwa WNA tersebut telah melanggar ketentuan yang telah ditetapka oleh pemerintah Indonesia atas penyalahgunaan izin tinggal yaitu pasal 71 Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 yang mengenai Keimigrasian. Kebanyakan dari mereka beralasan bahwa mereka sengaja tinggal di kawasan Depok untuk bekerja.

“Rata rata lokasi pekerjaan mereka diluaran Depok, seperti ada yang di Bogor, Ada yang di Yogyakarta dan disejumlah daerah lainnya,” katanya.

Dudi menjelaskan, meski dari kesembilan WNA tersebut telah menggunakan izin tinggalnya untuk bekerja di Indonesia namun untuk izin domisili yang dikeluarkan bukan dari kota Depok. Untuk itu kami lakukan tindakan tegas karena sudah tidak sesuai dengan administrasi yang ada. “Dari domisilinya tidak sesuai, kebanyakan mereka pakai izin di luar kota Depok. Kami minta mereka harus tertib administrasi,”tandasnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: