Walah, Wakil Rakyat Depok Nyawer di Dalam Gedung Dewan

Walah, Wakil Rakyat Depok Nyawer di Dalam Gedung Dewan

HarianDepok.com – Berita , Adanya perayaan dalam menyambut Hari Musik Nasional (HMN) di tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi kalangan musisi dan seniman di Indonesia yang sudah memberikan kontribusinya kepada negara khususnya di dalam pengembangan seni musik sehingga membawa Indonesia ke era modern saat ini.

Namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian oleh sejumlah kalangan di dalam perayaan HMN di kota Depok saat ini yang dimana dalam penyelenggaraannya di Gedung Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok sarat akan hal hal yang dianggap tidak pantas ditonjolkan kepada publik yang dimana pada penyelenggaraannya tersebut diselingi oleh aksi saweran ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo terhadap artis pedangdut papan atas tanah air.

Hal tersebut kontan saja membuat sejumlah pemerhati politik angkat bicara dan memandang bahwa peristiwa saweran di dalam gedung dewan tidak seharusnya dilakukan oleh para wakil rakyat yang telah dipercayakan masyarakat untuk membantu menyalurkan aspirasi rakyat sesuai dengan tugas, pokok, fungsinya sebagai wakil rakyat.

Salah satu pengamat politik yang memberikan kritikan pedas kepada wakil rakyat kota Depok tersebut adalah Ubedillah Badrun dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh sang ketua tersebut amat bertentangan dengan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Dari penuturannya bahwa apa yang dilakukan oleh ketua dewan pada waktu itu adalah perilaku yang tidak pantas untuk diperlihatkan kepada umum yang dimana pada saat itu sang ketua melakukan aksi saweran di dalam gedung rakyat yang seharusnya digunakan untuk menjalankan amanah rakyat.

Ia menjelaskan, bahwa anggota dewan ini memiliki fungsi yang amat strategis di dalam menjalankan roda pemerintahan seperti halnya fungsi penganggaran dan pengawasan penggunaannya agar selalu berada di jalurnya. “Fungsi saweran ini apa? Tidak ada fungsinya. Ini pelanggaran etik,” tegasnya.

Lebih lanjut, bahwa ketua DPRD kota Depok tersebut dianggap tidak memiliki nurani kepada publik yang seharusnya dapat menjadi contoh teladan bagi masyarakat dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. “Aksi nyawer di gedung parlemen itu tindakan yang irasional, tindakan emosional. Jadi tindakan ketua DPRD ini tidak memahami bahwa kota Depoi sebagai kota terpelajar,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Hendrik Tangke Allo dalam tanggapannya mengenai perihal tersebut mengatakan bahwa aksi nyawer yang dilakukannya semata mata dilakukan sebatas seni saja. “Kalau ada yang mikir saya nyawer atau pejabat lainnya nyawer, lalu dianggap tidak etis. Artinya ada yang salah dipikirannya, perlu diluruskan pikirannya ,” ujarnya sambil tertawa.

Menurutnya bahwa aksinya tersebut adalah sebagai bentuk dukungannya kepada para seniman agar dapat membawa seni musik lebih baik lagi daripada sekarang ini. Karena dari pandangannya, bahwa seniman yang ada perlu diperhatian dan butuh dukungan agar mereka dapat berkembang.

Oleh sebab itu Hendrik mengungkapkan bahwa dirinya siap untuk merangkul seniman yang ada di kota Depok baik itu yang berasal dari musik modern ataupun yang tradisional agar dapat maju dan berkembang. “Kami akan rangkul seluruh seniman yang ada di Depoi, baik yang modern maupun yang tradisional,” tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)