Kadishub Jabar Geram Depok dan Bekasi Tak Hadir di Rapat Forum OPD

Kadishub Jabar Geram Depok dan Bekasi Tak Hadir di Rapat Forum OPD

HarianDepok.com – Berita , Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat geram akan adanya peristiwa ketidakhadiran sejumlah daerah yang tidak menghadiri rapat kegiatan yang diselenggarakannya pada beberapa waktu lalu. Pasalnya di kegiatan tersebut dianggap amatlah penting oleh Dishub Jabar guna membangun kota kota di Provinsi Jawa Barat agar dapat berkembang.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Barat, Deddy Taufik dalam pernyataannya mengenai perihal tersebut langsung angkat bicara yang dengan tegas meminta kepada Bappeda Jabar agar segera mencoret pengajuan anggaran yang diajukan oleh Dishub kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi pada 2017 mendatang.

Hal tersebut dianggapnya sebagai langkah tepat agar dapat memberikan efek jera kepada kota kota tersebut sehingga kedepannya mereka bisa memperhatikan hal hal penting seperti saat ini dan tidak lagi menyimpang dari komitmen yang telah disepakati bersama sama yang dimana pada kegiatan penyusunan program perhubungan amatlah erat kaitannya dengan perkembangan dan pembangunan.

“Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten  Bekasi tidak hadir di dalam kegiatan ini, bahkan mengirimkan perwakilannyapun juga tidak sama sekali. Ini namanya tidak memiliki komitmen dan lebih kepada menyepelekan. Untuk itu saya minta Bappeda pengajuan mereka untuk tahun 2017 dicoret saja,” ucap Deddy dengan kesalnya kepada wartawan usai menghadiri rapat Forum OPD Perhubungan di Bandung pada Selasa 08 Februari 2016 kemarin.

Deddy menjelaskan, perencanaan pembangunan itu eloknya harus menganut asas sinergitas antara pihak pusat, Provinsi dan Daerah yang berpedoman tegak lurus. Apabila hal tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka pembangunannya di suatu kota juga akan menjadi baik pula. Itulah prinsip yang seharusnya digunakan.

Dari penilaiannya, ketiga daerah tersebut pada saat diundang oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menerima dana hibah dapat mereka hadiri, namun untuk acara penting di tingkat provinsi seperti ini tidak dihiraukan. Ini membuktikan kurangnya keseriusan ketiga daerah dalam menyikapi undangan yang diberikan oleh tingkat provinsi sendiri.

“Ingat, kita tidak lagi sebagai kota penyangga DKI, namun lebih condong kepada penyeimbang. Sebanyak 600 bus ATPB untuk Bodepekarpur itu kami yang usahakan mati matian minta ke pihak kementerian, bukan daerah,” tandasnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: