Warga Eks Gafatar di Depok Kesulitan Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup

Warga Eks Gafatar di Depok Kesulitan Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup

HarianDepok.com – Berita , Sejumlah eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang berasal dari kota Depok mengaku kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari dikarenakan kebanyakan dari mereka sudah tidak memiliki pekerjaan dan harta yang bisa digunakan lagi karena sudah digunakan untuk bermigrasi ke Kalimantan.

Mereka pun amat mengharapkan akan adanya bantuan dari pemerintah agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari seperti sediakala layaknya masyarakat normal lainnya.

Kepala Seksi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Depok, Neneng Rochaeni dalam tanggapannya mengenai perihal tersebut mengatakan bahwa pihaknya memang telah mendapatkan laporan akan adanya perihal tersebut yang mengaku amat kesulitan dalam menjalankan hidup usai di kembalikan lagi ke kampung halamannya masing masing.

“Kebanyakan dari mereka telah menjual harta bendanya agar bisa pindah ke Kalimantan mengikuti anggota Gafatar lainnya. Dan kini, pada saat dipulangkan ke kampung halamannya masing masing, otomatis mereka tidak memiliki apa apa lagi, baik untuk menghidupi keluarga maupun diri sendiri,”tuturnya, Selasa (08/03/2016).

Agar para eks Gafatar yang dipulangkan ke kampung halaman masing masing ini tidak memiliki kekhawatiran yang mendalam, pihaknya telah mempersiapkan kegiatan pembinaan terhadap mereka dengan maksud agar para eks Gafatar tersebut tidak merasa terasingi dan lebih terbuka dalam menerima masukan. Guna mewujudkannya, pihaknya pun juga telah menggandeng Tim Psikologi dari Universitas Indonesia untuk membantu merealisasikan hal tersebut.

“Agar para eks Gafatar tidak merasa terintimidasi dan terasing di lingkungan sosialnya, kami akan menggandeng pihak Psikologi dari Universitas Indonesia untuk membantu mengembalikan kepercayaan diri para eks Gafatar dalam menjalani hidupnya dengan normal layaknya masyarakat biasa,” katanya.

Selain itu, hal tersebut juga dimaksudkan agar para eks Gafatar dapat mengembangkan kembali potensi baik yang mereka miliki sehingga secara tidak langsung berdampak kepada perkembangan dan pemberdayaan kemampuan mereka yang berpotensi kepada hasil untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan lebih baik lagi.

“Di kelompok itu, kami juga akan menyampaikan ideologi pancaaila  yang dimana sebagai warga negara Indonesia yang baik harus taat kepada norma norma dan aturan yang berlaku dan apabila ada pemahaman yang berbeda, cukup hanya dikonsumsi untuk diri sendiri saja, tidak diaebarluaskan,” tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)