Dinkes Depok Akan Tambah Stok Obat Kota Sebanyak 10 Persen

Dinkes Depok Akan Tambah Stok Obat Kota Sebanyak 10 Persen

ilustrasi

HarianDepok.com – Berita , Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam meningkatkan kualitas di sektor kesehatannya saat ini perkembangannnya sudah cukup baik. Mulai dari adanya program integrasi dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) kota Depok yang menjadi BPJS sehingga dapat digunakan tidak hanya sebatas di kota Depok saja, melainkan secara nasional.

Selain daripada itu, adanya subsidi tambahan ke sejumlah pos pos pendukung kesehatan masyarakat seperti Posyandu, Posbindu dan sebagainya menjadi salah satu wujud dari kerja keras Pemkot Depok dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di era saat ini.

Adapun juga dana talangan untuk digunakan sebagai dana darurat untuk merecovery masyarakat Depok yang kurang mampu dalam mengatasi adanya wabah penyakit DBD juga menjadi satu gerakan yang dimana dimaksudkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Depok menjadi lebih baik lagi.

Guna menunjang pelayanan kesehatan di kota Depok agar terus bergerak secara optimal, Pemkot Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok juga terus mendukung hal tersebut dengan memastikan jumlah stok obat obatan untuk wilayah kota Depok dapat tercukupi dengan baik. Hal ini pertanda bahwa Pemkot Depok sangat serius dalam menangani permasalahan kesehatan di kotanya.

Kepala Bidang Pembekalan Kesehatan dan Pengawas Obat dan Makanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, May Haryanti dalam menanggapi adanya perihal tersebut mengatakan bahwa pihaknya selaku dinas yang bertanggung jawab mengenai pengadaan obat obatan di kota Depok memastikan bahwa ketersediaannya dalam kondisi tercukupi.

Agar tidak terjadi kekosongan di sektor tersebut, pihaknya pun langsung melakukan penambahan sebanyak 10 persen dari total keseluruhan apabila terjadi penyusutan stok obat obatan yang dikhususkan pada Puskemas dan pos pos pelayanan kesehatan yang mengajukan ke Dinkes. Dengan adanya strategi tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang memerlukan obat obatan.

“Apabila terjadi kembali penyusutan stok obat, pihak terkait dapat dengan segera mengajukan penambahan stok obat kepada kami agar dapat disesuaikan lagi dengan jumlah kebutuhannya. Tak hanya Puskesmas saja, Yayasan dan posko kesehatan pun juga boleh mengajukan permohonan obat obatan kepada kami apabila ingin mengadakan acara bakti sosial,” tuturnya di Depok, Minggu (06/03/2016).

Ia juga mengungkapkan bahwa adanya penambahan stok obat obatan juga sebagai bentuk antisipasi pihaknya dalam menanggulangi kebutuhan obat obatan apabila terjadi sesuatu hal seperti musibah banjir, longsor dan lainnya. Hal ini juga didasari oleh adanya perhatian dari pemerintah kepada masyarakat terkait pelayanan kesehatan yang diberikan.

“Semua bisa mengajukan permohonan penambahan stok obat obatan. Di kami ada ribuan jenis obat obatan yang siap untuk disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal kesehatan. Namun obat yang kami sediakan merupakan obat pelayanan dasar saja seperti obat esensial,” ungkapnya.

Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya dalam bekerja melayani masyarakat yang kekurangan obat obatan guna menunjang hidup yang lebih baik.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: