Polresta Depok Gelar Razia Penyakit Masyarakat

Polresta Depok Gelar Razia Penyakit Masyarakat

HarianDepok.com – Berita , Polresta Depok selaku petugas yang diberikan tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kota Depok saat ini rutin melakukan sejumlah operasi ke sejumlah tempat tempat hiburan malam dan tempat penginapan guna memberantas penyakit masyarakat dan tindakan kriminal lainya yang sudah melanggar hukum dan norma norma kehidupan.

Dari sekian banyak operasi yang digelarnya ini telah menghasilkan ribuan botol miras dan puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK) beserta para hidung belang yang langsung diamankan oleh petugas guna diberikan binaan dan pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya di lain hari. Tak hanya itu saja, petugas pun juga berhasil menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai pemakai dan pengedar narkoba.

Mereka yang tertangkap tangan akan diberikan hukuman setimpal dengan perbuatannya sesuai dengan undang undang yang berlaku.

Baru baru ini pun juga Polresta Depok dalam menjalankan tugasnya memberantas penyakit masyarakat dan pelanggaran hukum lainnya telah melakukan kegiatan razia ke sejumlah tempat tempat hiburan malam dan penginapan yang kerap dijadikan oleh para Pekerja Seks Komersial (PSK) untuk melayani para konsumennya.

Dari hasil operasi yang digelar oleh Polresta Depok di Jalan PWRI, Tonjong, Tajurhalang, Bogor pada Sabtu 05 Maret 2016 dini hari, petugas berhasil menangkap tujuh wanita PSK yang dua diantaranya masih berusia di bawah umur.  Mereka ditangkapi oleh petugas tersebut langsung diamankan karena terbukti tengah melayani para hidung belang.

Kepala Satuan Narkoba Polresta Depok, Komisaris Polisi Vivick Tjangkung dalam menanggapi adanya penangkapan tersebut mengatakan. Bahwa pihaknya akan terus menjalankan operasi serupa agar kota Depok dapat terhindar dari penyakit masyarakat yang kerap menurunkan moral dan memberikan dampak negatif khususnya kepada para generasi penerus.

“Dari operasi yang kami lakukan, ada sebanyak tujuh wanita penghibur yang kami tangkap pada saat mereka sedang memberikan pelayanan kepada delapan laki laki. Dua diantara tujuh wanita penghibur itu diketahui masih dibawah umur,” terangnya, Sabtu (05/03/2016).

Selain melakukan penangkapan kepada penyakit masyarakat di lokasi tersebut, pihaknya pun juga akan melakukan tes urine untuk memastikan apakah mereka terindikasi menggunakan narkoba atau tidak. Ini didasari oleh adanya instruksi dari Presiden Joko Widodo yang menyatakan perang terhadap narkoba.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)