Kawasan Bojongsari Depok Banjir, Ratusan Rumah Tenggelam Sedalam 2 Meter

Kawasan Bojongsari Depok Banjir, Ratusan Rumah Tenggelam Sedalam 2 Meter

HarianDepok.com – Berita , Hujan deras yang mengguyur wilayah kota Depok dan swkitarnya beberapa pekan belakangan ini mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi. Selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, banjir yang terjadi di kota Depok juga disebabkan oleh adanya luapan air di Kali Angke, Bogor yang sudah melebihi batasan normal.

Salah satu kawasan yang menjadi korbannya adalah Perumahan Bukit Sawangan Indah (BSI), Bojong Sari, Depok yang dimana sebanyak ratusan rumah terendam banjir hingga mencapai ketinggian dua meter. Puluhan keluarga pun segera diungsikan ke tempat yang lebih aman guna menghindari dampak yang ditimbulkan dari banjir.

Menurut informasi yang dihimpun awak media dilapangan pada saat kejadian, banjir yang terjadi adalah banjir yang paling terparah yang pernah dialami di kawasan tersebut. Akibatnya, berbagai macam harta benda warga yang tidak sempat ikut diselamatkan hanyut terbawa banjir. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Rusli Fauzi (30th) Warga yang menjadi korban banjir mengakui bahwa banjir yang terjadi saat ini adalah banjir yang paling parah sepanjang sejarah ia bermukim di kawasan tersebut. “Blok yang berdekatan dengan kali merupakan lokasi yang paling parah dihantam banjir,” terangnya kepada poskotanews.

Sementara itu, Kepala Polisi Sektor Sawangan, Kompol Siti Nurhayati mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan satu tim untuk menjaga keamanan di lingkungan masyarakat dari berbagai tindakan kejahatan yang kerap melanda rumah kosong yang ditinggalkan oleh pemiliknya untuk mengungsi.

Selain daripada itu, Instansi terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Depok juga sudah ikut diterjunkan guna membantu masyarakat menyelamatkan harta bendanya ke tempat yang lebih aman. Sejumlah petugas pemerintah pun juga ikut dilibatkan guna memperbaiki sejumlah saluran dan serapan air yang tersumbat.

“Anggota kami pada waktu itu kami terjunkan kembali kelapangan guna mengawasi kondisi banjir di kawasan itu. Dari hasil laporan yang kami terima, pada pukul 06.00 pagi, banjir sudah mulai surut, beberapa petugas pun masih terus berupaya menekan jumlah air di kawasan tersebut dengan menggunakan mesin vakum air,” jelasnya.

Melihat keadaan tersebut, Nurhayati pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu bersikap waspada di saat musim penghujan seperti saat ini yang rawan terjadi musibah banjir dan tanah longsor.(Izl)

[ Muhammadkhotib/HD ]

Tags: