Walikota Depok, Idris Memastikan Akan Selalu Bersikap Kooperatif Dalam Menyelesaikan Kasus Korupsi Dana Bansos

Walikota Depok, Idris Memastikan Akan Selalu Bersikap Kooperatif Dalam Menyelesaikan Kasus Korupsi Dana Bansos

HarianDepok.com – Berita , Dugaan kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) yang digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat kepada kota Depok pada beberapa waktu lalu untuk digunakan sebagai dana bantuan pengadaan seragam berikut dengan sepatu sekolah yang ada di seluruh wilayah kota Depok yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah daerah kota Depok terus diselidiki kebenarannya oleh pihak yang berwajib.

Dana Bansos sebesar 15,8 miliar rupiah yang seharusnya digunakan untuk membeli sejumlah barang untuk disalurkan kepada siswa siswi murid tingkatan Sekolah Dasar ini diduga diselewengkan penggunaannya oleh DS selaku pejabat yang ditunjuk. Akibat dari perbuatannya tersebut, seluruh siswa siswi penerima bantuan harus menunggu sekian lama dan terus berharap akan datangnya bantuan yang diberikan.

Curiga terhadap adanya permasalahan tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Depok pun turut membantu mengawasi jalannya proses pendistribusian bantuan tersebut pada waktu itu untuk memastikan semuanya berjalan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Walikota Depok, Idris Abdul Shomad dalam menanggapi adanya dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabatnya yang berinisial DS pada beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa dirinya meminta kepada yang bersangkutan agar dapat berlaku kooperatif dan bisa menjelaskan kronologis kejadian sebenar benarnya.

“Saya harapkan kepada yang bersangkutan agar selalu bersikap kooperatif dalam membantu penyelidikan petugas dalam menyelesaikan permasalahan ini. Sampai dengan saat ini, kami pun masih memantau perkembangannya,” ujarnya di Depok, Minggu (28/02/2016).

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya akan selalu bertindak kooperatif kepada para petugas terkait menyelesaikan permasalahan dugaan kasus korupsi yang melibatkan mantan pejabat di lingkungannya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mujiyono dalam keterangannya mengenai kasus dugaan korupsi tersebut pada beberapa waktu lalu mengaku bahwa saat ini kota Depok di dalam permasalahan tersebut diperkirakan telah mengalami kerugian sebesar 7 miliar rupiah.

“Kerugian negara kami perkirakan sebesar 7 miliar rupiah yang diduga diselewengkan untuk lain diluar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sampai dengan saat ini kami pun sudah memeriksa sejumlah saksi yang terdiri dari pihak sekolah, pihak pengadaan barang dan yang lainnya. Semoga dalam waktu dekat ini kasusnya dapat segera terselesaikan,” tuturnya pada beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui bahwa dana Bansos yang digelontorkan oleh Pemprov Jawa Barat sebesar 15,8 miliar ini adalah hasil dari permohonan dari pihak DPRD Kota Depok yang bertujuan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam memberikan pendidikan kepada anak anaknya agar lebih baik lagi.

Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan dapat mengurangi beban para orangtua siswa siswi dalam memfasilitasi anak anaknya bersekolah.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: