Kartu Bebas Ngamen Dapat Dukungan Dari Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna

Kartu Bebas Ngamen Dapat Dukungan Dari Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna

HarianDepok.com – Berita , Adanya Peraturan Daerah (Perda) yang melarang para pengamen dan pengemis beroperasi di wilayah kota Depok sejak tahun 2012 lalu, masih menjadi perdebatan antara pihak Institut Musik Jalanan (IMJ) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terhadap pengaplikasiannya dilapangan.

Pemkot Depok selaku pihak yang bertanggung jawab merasa perlu adanya aturan mengenai larangan akan adanya aktivitas pengamen dan pengemis di jalan jalan yang ada dikarenakan selain dapat menurunkan keindahan kota, hal tersebut juga berpengaruh kepada keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.

Di lain pihak Komunitas IMJ selaku pihak yang mendukung akan adanya pengamen jalanan di wilayah kota Depok merasa sangat perlu akan adanya kebebasan dalam mengekspresikan diri kepada khayalak ramai akan ide dan seni dalam bermusik dengan harapan mampu mendongkrak suatu kota untuk memajukan kesenian khususnya dalam bermusik.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna dalam menanggapi adanya permasalahan tersebut mengatakan, dirinya berjanji akan merealisasikan hal tersebut dengan harapan seni dalam bermusik dapat terus berjalan dengan baik sehingga diharapkan mampu mendongkrak kota Depok di sektor keseniannya.

Dari pemaparannya, ide yang diusulkan oleh IMJ terkait permasalahan ini dengan menerbitkan Kartu Bebas Ngamen untuk di wilayah kota Depok merupakan salah satu ide positif segar yang belum pernah ada di kota kota manapun. Maka daripada itu Pradi akan membawa hal tersebut kepada pihak terkait agar dapat segera diproses lebih lanjut.

“Apabila nantinya diterbitkan Kartu Bebas Ngamen di Depok, maka kota Depok menjadi satu satunya kota yang mengaplikasikan hal ini. Ini adalah sebuah ide segar yang sangat bagus,” tuturnya di Depok, Sabtu (27/02/2016).

Dari pengakuannya, Kartu Bebas Ngamen kedepannya akan menjadi salah satu tanda bahwa pemilik kartu adalah musisi yang memang benar benar memiliki karakter yang positif dengan mengedepankan bermusik dan berkarya. Selain itu orientasi merekapun juga ditujukan untuk menyalurkan bakat mereka bukan yang seperti di jalan atau di angkutan umum yang kerap memaksa orang untuk membayar.

“Yang paling penting adalah, pemilik kartu bebas ngamen ini adalah benar benar musisi yang memiliki bakat kemampuan dalam berkarya di bidang musik serta mempunyai perilaku yang positif. Lain daripada itu mereka harus berorientasi kepada menghibur masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, pendiri IMJ, Andi Malewa mengatakan amat mensyukuri adanya dukungan dari pemerintah terhadap apa yang telah diusahakannya selama ini perihal rencana Kartu Bebas Ngamen yang dikampanyekannya sejak beberapa tahun belakangan ini agar dapat membebaskan kembali para pengamen jalanan dalam menyalurkan bakatnya ke masyarakat.

Meski demikian, dirinya pun akan terus memantau, mendata dan mendidik para pengamen jalanan sehingga mereka benar benar terkoordinir dan tidak liar seperti pada waktu lalu yang memanfaatkan kebebasan berekspresi dalam bermusik hanya untuk mabuk mabukan dan berfoya foya saja.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)