Di Balik Pernyataan Perang Terhadap Narkoba, Tindak Pemerasan Terjadi di Dalamnya

Di Balik Pernyataan Perang Terhadap Narkoba, Tindak Pemerasan Terjadi di Dalamnya

HarianDepok.com – Berita , Presiden Jokowidodo yang pada masa jabatannya sekarang telah menyatakan perang terhadap narkoba di Indonesia, sampai dengan saat ini gencar dilakukan operasi pemberantasan narkoba, baik itu dikalangan masyarakat sampai dengan di kalangan pelajar yang kebanyakan menjadi incaran para pengedar narkoba dalam menjalankan bisnis haramnya tersebut.

Tak hanya Warga Negara Indonesia saja yang mendapatkan tindakan tegas dari Pemerintah terkait peredaran narkoba di tanah air, sejumlah Warga Negara Asing (WNA) pun tak luput dari perhatian pemerintah dalam menegakkan hukum. Terhitung sudah belasan tersangka kasus narkoba dihukum mati oleh Pemerintah yang menyatakan serius dalam memberantas peredarannya di Indonesia.

Namun, ada beberapa permasalahan yang mengganjal dibalik keseriusan pemerintah dalam merealisasikan instruksi tersebut yang dimana baru baru ini diketahui ada sejumlah oknum polisi yang diduga telah melakukan pemerasan terhadap keluarga tersangka kasus narkoba dengan alih alih untuk meringankan hukuman yang dilimpahkan kepada si tersangka yang pada saat itu tertangkap basah oleh petugas memiliki narkoba di kawasan Sawangan, Depok.

Pelaku yang terdiri dari tiga orang ini yang masih menjalani serangkaian penyelidikan oleh petugas menjadi aib bagi citra kepolisian karena telah melakukan pemerasan terhadap keluarganya. Diketahui bahwa oknum polisi yang berpangkat Inspektur Dua ini dikabarkan telah bermain belakang dengan meminta sejumlah uang dari orangtua pelaku agar dapat meringankan hukuman anaknya.

Hal tersebut diceritakan Iwan, salah satu orangtua pelaku kepada wartawan karena dirinya merasa terbebani mengenai adanya sejumlah uang yang jumlahnya tidak sedikit.

“Awalnya polisi itu minta 7,5 juta rupiah, karena saya tidak memiliki uang segitu banyak akhirnya saya melakukan negosiasi yang sampai akhirnya disepakati sebanyak 6 juta rupiah. Itupun juga hasil dari pinjam sana sini dan bantuan sanak keluarga, itupun sambil nangis nangis minta tolong dibantu,” terangnya kepada wartawan di Mapolresta Depok belum lama ini.

Setelah mendapatkan pinjaman sebesar 6 juta rupiah, Iwan pun langsung bergegas menghubungi oknum polisi yang memerasnya itu. Perintah pun dikeluarkannya kepada si Iwan agar menyerahkannya langsung ke Mapolresta Depok pada Jum’at (12/02/2016). “Janjiannya di Polres yang menyerahkan uangnya itu istri saya. Selesai memberikan uang, polisi itu lantas ngomong ‘Jangan bilang siapa siapa’ begitu kira kira,” terangnya.

Kasat Narkoba Polresta Depok, Kompol Vivick Tjangkung dalam tanggapannya mengenai perihal tersebut mengatakan akan menindaklanjuti adanya laporan tersebut sesegera mungkin dan meminta kepada keluarga yang diperas agar menemuinya.

“Laporannya sudah sampai ke Kapolres dan sudah dikonfirmasi langsung ke hadapan Kapolres dan penyidiknya. Silakan bawa orang yang merasa diperas menghadap saya,” tegasnya.

Vivick pun mengaku akan menindak tegas siapapun yang melakukan tindakan kriminal baik itu dari kalangan masyarakat maupun di tubuh kepolisian itu sendiri. Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya kepada orang lain yang mengaku bisa membebaskan maupun memperingankan masa hukuman.

“Apabila ada masyarakat yang memang memerlukan bantuan hukum, silakan hubungi pengacara ataupun LBH, pemerintah pun juga telah menyediakan pengacara secara cuma cuma untuk masyarakat yang kurang mampu” tandasnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: