Hati Hati Penipuan Berkedok Travel Perjalanan Umroh dan Haji Marak Terjadi di Depok

Hati Hati Penipuan Berkedok Travel Perjalanan Umroh dan Haji Marak Terjadi di Depok

HarianDepok.com – Berita , Baru baru ini terjadi lagi kasus penipuan berkedok sebagai agen resmi perjalanan ibadah Umroh dan Haji di wilayah kota Depok yang diketahui telah memakan korban sebanyak 40 orang calon jemaahnya dengan perkiraan kerugian finansial sebanyak ratusan juta rupiah.

Mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai penipuan tersebut, petugas kepolisian kota Depok pun langsung bergegas menyelidikinya. Sejumlah anggota kepolisian yang berasal dari Unit Kriminal Umum pun langsung diterjunkan ke lokasi guna mencari kebenaran akan hal tersebut.

Namun, upaya yang dilakukan oleh pihak yang berwajib ke tempat lokasi agen perjalan Umroh dan Haji bodong telah ditinggal kabur oleh para pengelola dan pemilik usahanya. Agen perjalanan tersebut belakangan diketahui bernama Travel Konsorsium Simply Umroh (SSI Group) yang berlokasi di Jalan Kartini No 51 Kelurahan Depok, PancoranMas.

Agen tersebut diduga telah melakukan penipuan terhadap 40 orang calon jemaah haji dengan kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah. Garis polisi pun langsung dibentangkan di sekeliling kantor agen tersebut guna diselidiki lebih lanjut, sedangkan para pelaku yang identitasnya sudah diketahui oleh petugas masih dalam pengejaran.

Menurut data yang berhasil dihimpun, pelaku dalam melakukan aksinya kepada para korban diketahui menggunakan trik lama, yang dimana untuk mensukseskan perbuatannya, para pelaku kerap membujuk korbannya dengan paket umroh murah yang berisikan sejumlah fasilitas yang diluar dari harga yang ada sebesar US$1.750.

Melihat harga yang murah dan fasilitas yang oke punya, korban pun langsung bersedia dan membayarkannya kepada agen. Bukannya berangkat ibadah ke tanah suci, para korban malahan ditelantarkan begitu saja tanpa diberikan informasi yang jelas.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok. Komisaris Teguh Nugroho dalam keterangannya mengenai perihal tersebut mengatakan bahwa pihaknya mencatat sebanyak 40 orang yang sudah menjadi korban penipuan agen travel tersebut.

“Sampai saat ini kasusnya masih terus kami selidiki. Pemilik usaha sekaligus para karyawannya tidak kami ketemukan pada saat kami ke lokasi agen travel tersebut. Sejumlah data mengenai identitas karyawan dan pemilik agen perjalanan pun sudah kami kantongi, kami akan berupaya menemukan si pemilik usaha dan karyawannya secepatnya,” jelasnya singkat (25/02/2016).(Izl)

[MuhammadKhotib/HD ]

Tags: