BNPT Nyatakan ISIS Adalah Organisasi Teroris

BNPT Nyatakan ISIS Adalah Organisasi Teroris.

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai, mengatakan bahwa Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikategorikan sebagai organisasi teroris. Ansyaad mengutip ucapan dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, soal penandaan ISIS sebagai teroris.

“Karena itu merupakan pelanggaran hukum bagi warga negara Indonesia untuk terlibat dalam terorisme,” kata Ansyaad.

Dia menjelaskan bahwa setiap dukungan terhadap ISIS oleh masyarakat Indonesia melanggar konstitusi.

“Ada banyak tokoh-tokoh radikal Indonesia yang memiliki afiliasi dengan pemimpin ISIS. Kami dapat menjatuhkan mereka dengan hukuman kewarganegaraan,” katanya.

Sebelumnya, sekelompok orang Indonesia terlihat dalam rekaman perekrutan ISIS. Mereka mendesak umat Islam Indonesia untuk bergabung. Kasus lain menunjukkan ratusan pendukung ISIS di Solo, Jawa Tengah, menyatakan bahwa mereka mendukung ISIS dan pemimpinnya Abu Bakar al Baghdadi.

Senada dengan Ansyaad, Harits Abu Ulya juga mengatakan bahwa dukungan untuk Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari masyarakat Indonesia adalah ancaman keamanan dalam negeri.

Menurut Harits, pendukung ISIS memiliki dua pilihan saja: Pindah ke Timur Tengah untuk membantu ISIS atau mengubah Indonesia ke negara Khilafah.

Para pendukung ISIS telah bersumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi. Sumpah membuat mereka seolah-olah tidak lagi bagian dari rakyat Indonesia, tetapi orang-orang dari ISIS.

Sebuah video dari warga negara Indonesia yang sebelumnya muncul di YouTube, menunjukkan panggilan mereka untuk bergabung ke ISIS guna mendirikan negara syariat Islam.

Harits mengatakan Badan Penanggulangan terorisme Nasional atau Densus 88 harus dapat menyatakan bahwa tindakan ini adalah aksi terorisme, terutama karena ISIS berafiliasi dengan Al-Qaeda.

[adm/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)