Usulan Dishub Depok Agar Membuka Jalan Alernatif Tembus Tol Cinere – Jagorawi

Usulan Dishub Depok Agar Membuka Jalan Alernatig Tembus Tol Cinere - Jagorawi

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam usahanya menekan jumlah kemacetan di wilayah kota Depok sampai dengan saat ini telah menjalankan beberapa program yang diharapkan dapat menjadikan kota Depok yang nyaman dan terbebas dari kemacetan yang kerap melanda kota ber ikon belimbing khususnya pada pagi dan sore hari.

Salah satu program yang menjadi prioritas Pemkot Depok dalam merealisasikan hal tersebut adalah dengan mengoperasikan jalan Tol Cinere – Jagorawi  yang direncanakan akan mulai dibuka pada November 2016 mendatang. Sampai saat ini, pengerjaan proyek yang bernilai miliaran rupiah tersebut masih terus dilakukan oleh pihak pengembang.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan, merujuk kepada permasalahan kemacetan yang terjadi di kota Depok dirinya merasakan perlu adanya pertimbangan membangun jalan yang menjadi penghubung di sekeliling tol tersebut.

Hal ini dikatakannya agar fungsi dasar daripada proyek tersebut dapat berjalan dengan maksimal sehingga upaya pemerintah dalam menekan angka kemacetan di wilayah kota Depok dapat terus ditekan. Ini harus segera diantisipasi agar jangan sampai ada kendaraan yang keluar dari tol menjadi beban dan malah menambah kemacetan yang ada saat ini. Harus ada jalan tembus yang lain,” tuturnya di Depok, Jum’at (20/02/2016).

Ia pun mengungkapkan bahwa pihaknya dalam mengantisipasi akan terjadinya hal tersebut mengusulkan agar Pemerintah membangun jalur Juanda – Tanah Baru dengan maksud dapat menjadikan jalan alternatif sehingga jumlah kendaraan yang keluar dari tol tidak bertumpul di Jalan Margonda.

“Untuk mengatasi bertumpuknya kendaraan di satu jalan, Pemerintah baiknya membangun jalan Juanda yang akan tembus ke Tanah Baru. Guna merealisasikan itu, pihak Bimasda sudah siap untuk membantu membangun jalan tersebut. Namun, upaya ini masih terkendala dengan adanya pembebasan lahan yang akan memakan waktu tidak sebentar. Ini menjadi pekerjaan rumah kami agar di tahun mendatang proyek pembangunan jalan ini dapat terealisasikan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa masa untuk pembangunan jalan tersebut diperkirakannya akan memakan waktu yang cukup lama. Ini disebabkan oleh adanya proses pembebasan lahan dan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. “Pembebasan lahan saja bisa memakan waktu paling cepat satu tahun, sedangkan untuk pembangunan yang lainnya bisa memakan waktu dua sampai tiga tahun,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya optimis apabila hal tersebut diaplikasikan secepat mungkin akan dapat menekan jumlah kemacetan yang terjadi di kota Depok khususnya di Jalan Margonda yang dimana sampai dengan saat ini tingkat kemacetannya semakin hari semakin mengkhawatirkan.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)