Penolakan Kelompok LGBT di Depok

Penolakan Kelompok LGBT di Depok

HarianDepok.com – Berita , Adanya kelompok kelompok agama yang bermunculan belakangan ini seperti Gafatar, Mosadek dan yang lainnya menimbulkan keresahan yang amat sangat di kalangan masyarakat penganut ajaran agama yang diakui oleh negara Indonesia yang dimana mereka telah keluar dari ajaran agama dan undang undang.

Usai ditanggulangi hal tersebut, kini kembali muncul kelompok yang menamakan dirinya kelompok LGBT yang dimana kelompok tersebut lebih dipengaruhi oleh budaya luaran dan tidak berlandaskan ajaran agama yang ada di Indonesia khususnya agama Islam yang dengan tegas menyatakan bahwa setiap makhluk hidup diciptakan berpasangan antara betina dan jantan.

Wakil Ketua Kristen Kota Depok, Pendeta Samuel M. Riwu saat dikonfirmasi mengenai perihal tersebut oleh rekan media pada saat itu dengan tegas menyatakan hal yang sama bahwa dirinya menolak adanya eksistensi kelompok LGBT yang ada di kota Depok.

Dari penuturannya, ia mengatakan bahwa di dalam Alkitab 1 Korintus 6;9.10 disebutkan bahwa orang yang melakukan cabul, berzina, menjadikan dirinya sebagai banci dan pemburit tidak akan mendapatkan bagian di dalam kerajaan Allah. “Agama kristen dengan jelas menolak adanya LGBT, ini diharamkan,” tegasnya di Depok, Kamis (18/02/2016).

Untuk mencegah berkembangnya pengaruh ajaran kelompok tersebut, ia menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga anak anaknya dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik sesuai dengan ajaran dan kepercayaannya masing masing sehingga tidak terpengaruh oleh budaya yang sudah menyimpang dari ajaran di agama apapun.

“Intinya adalah kami tidak setuju dengan adanya hal tersebut, yang saat ini harus kita waspadai adalah anak anak kita yang masih muda jangan sampai terpengaruh dengan ajaran yang menyimpang ini. Berikan pendidikan yang baik mengenai kehidupan sehingga mereka dapat berjalan sesuai dengan ajaran agama dan undang undang yang berlaku,” tuturnya.

Melihat adanya hal tersebut, ia mengharapkan akan adanya aksi dari semua tokoh agama dalam meluruskan permasalahan ini, agar jangan sampai menjadi budaya yang tidak seharusnya terjadi. Ini dikarenakan sudah menyimpang dari ajaran agama dan ketentuan undang undang di Indonesia.

Oleh sebab itu dirinya meminta dukungan kepada pemerintah pusat maupun kota agar secepatnya mengambil langkah tegas dalam menangani permasalahan ini agar jangan sampai budaya tersebut mendarah daging di masyarakat Indonesia terutama di kota Depok sendiri. “Pemerintah harus secepatnya mengambil tindakan mengenai perihal ini,” tandasnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Rate this article!
Tags: