Inilah Harga Plastik Berbayar Yang Akan Diterapkan di Depok

Inilah Harga Plastik Berbayar Yang Akan Diterapkan di Depok

HarianDepok.com – Berita , Guna merealisasikan instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam menekan pencemaran lingkungan dengan menjalankan program plastik berbayar di sejumlah kota yang ditunjuk, Pemerintah kota (Pemkot) Depok memastikan hal tersebut akan dapat dijalankan di bulan Februari 2016 ini yang rencananya akan dimulai pada 21 Februari 2016.

Yang dimana pada tanggal tersebut juga berbarengan dengan diselenggarakannya Hari Peduli Sampah Nasional sehingga dianggapnya sebagai moment yang tepat dalam merealisasikan kebijakan tersebut dilapangannya sehingga jumlah sampah anorganik khususnya dapat ditekan agar pencemaran lingkungan dapat berkurang.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Wijayanto dalam menanggapi akan adanya instruksi tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat surat pemberitahuan yang diperuntukkan kepada seluruh perusahaam retail yang beroperasi di wilayah kota Depok agar dengan sesegera mungkin mengikuti aturan tersebut.

“Suratnya sudah ada di meja Walikota. Namun, untuk mendapatkan persetujuan dari beliau, kami harus menunggu Walikota Depok yang diketahui akan dilantik pada 17 Februari 2016 mendatang,” tuturnya pada saat diklarifikasi mengenai kapan penerapan instruksi tersebut dilangsungkan oleh rekan media dilapangan, Senin (15/02/2016).

Menurut informasi yang dihimpun bahwa, kota Depok adalah salah satu kota dari 23 kota lainnya yang akan menerapkan kebijakan plastik berbayar. Dari kebijakan tersebut, nantinya plastik dengan kapasitas ukuran kecil akan dihargai sebesar 500 rupiah dan untuk plastik dengan kapasitas ukuran yang cukup besar akan dihargai sebesar 1.000 rupiah.

“Nantinya, hasil daripada penerapan plastik berbayar tersebut bisa dimanfaatkan oleh perusahaan retail untuk menyelenggarakan program lingkungan,” katanya.

Meski demikian, penerapan program plastik berbayar tersebut masih dalam tahap uji coba oleh pemerintah. Ini dapat diartikan bahwa dari penerapan aturan tersebut belum ada payung hukum yang mendampinginya guna memberikan sanksi atau hukuman bagi perusahaan retail yang melanggar atau yang tidak menjalani program tersebut.

Kebijakan seperti ini menurutnya amatlah baik guna menekan jumlah sampah anorganik di wilayah kota Depok. Namun hal tersebut lebih condong kepada menyadarkan para konsumen agar selalu membawa keranjang belanja sendiri atau menggunakan keranjang belanja kertas yang ramah akan lingkungan.

Dengan dijalankannya kebijakan tersebut diharapkannya mampu meningkatkan kesadaran para konsumen agar peduli terhadap lingkungan dengan menggunakan keranjang belanja yang ramah lingkungan atau membawa keranjang belanja plastik sendiri sesuai dengan kebutuhan sehingga produksi sampah anorganik di wilayah kota Depok dapat ditekan jumlahnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: