PHK Secara Sepihak Kini Terjadi di Wilayah Depok

PHK Secara Sepihak Kini Terjadi di Wilayah Depok

HarianDepok.com – Berita , Maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan demi menekan kerugian di kawasan Cikarang dan Bekasi, kini mulai dirasakan juga di wilayah kota Depok yang akhir akhir ini diketahui banyak perusahaan yang melakukan hal yang sama menjaga ada perusahaan mereka tidak mengalami devisit.

Ketia Bidang advokasi DPC Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) Kota Depok, Arif Rachman pada saat dikonfirmasi oleh rekan media dilapangan mengatakan, meskipun sampai dengan saat ini masih banyak perusahaan yang bertahan dan belum berniat menutup usahanya, namun PHK terhadap karyawannya terpaksa dilakukan agar tidak mengalami kerugian.

Selain beberapa alasan tersebut, ada juga salah satu perusahaan yang melakukan PHK secara sepihak kepada sejumlah karyawannya. “Dugaan kami ada Union Busting yang melanggar undang undang 21 tahun 2000 yang mengenai kebebasan berserikat. Dan ada juga yang beralasan bahwa PHK sepihak terpaksa dilakukan karena banyak yang menolak untuk dimutasi,” ujarnya, Senin (15/02/2016).

Ia mengatakan, bahwa ada surat PHK secara sepihak yang diberikan kepada lima orang dari perusahaan Ramayana Depok di Plaza Depok yang baru diterbitkan pada minggu lalu. Lalu ada lagi sebanyak 30 orang yang menyusul dimutasi dan berpotensi untuk di PHK secara sepihak seperti nasib lima orang yang sebelumnya sudah mendapatkan PHK.

“Semuanya itu adalah anggota ASPEK Indonesia DPC Kota Depok. Kejadian seperti di Ramayana ini bukan yang pertama kalinya, tapi setiap tahun,” katanya.

Padahal di dalam pengakuannya bahwa antara pekerja yang berada di bawah naungan ASPEK Kota Depok dengan Manajemen Ramauan Depok sudah terikat dengan Akte Perjanjian Bersama yang diterbitkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Jawa Barat.

“Di tahun sebelumnya kami adakan akte perjanjian, namun PHK secara sepihak kembali terulang dikarenakan ada karyawan yang menolak untuk dimutasi. Semua pejerja yang dimutasi adalah warga kota Depok,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa sistem mutasi sebetulnya lebih condong mengganggu program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Pemprov DKI Jakarta. Ini disebabkan oleh adanya aturan tersendiri dikedua kota tersebut mengenai peraturan pekerja, terlebih lagi warga lokalnya.

Maka daripada itu pihaknya sudah mengadukan permasalahan tersebut ke Disnakersos kota Depok dan rumah buruh Depok. Sedangkan untuk pekerja yang berada di bawah naungan ASPEK indonesia DPC Kota Depok berjumlah sebanyak 857 orang. “Apabila hal ini tidak ditanggapi maka kami akan melakukan aksi unjuk rasa solidaritas untuk para pekerja Ramayana yang berada di bawah naungan DPC ASPEK Depok,” tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)