KPAI Dengan Tegas Tolak Propaganda Kelompok LGBT

KPAI Dengan Tegas Tolak Propaganda Kelompok LGBT

HarianDepok.com – Berita – Nasional , KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dengan tegas menolak propaganda atau penyebarluasan yang selama ini dilakukan kaum LGBT. “Kami KPAI tegas ingat, propaganda LGBT yang kami katakan, no. Propagandanya, bukan komunitasnya,” ujar Sekjen KPAI Erlinda dalam suatu acara di televisi swasta, pada Selasa (16/02/2016). Ia menudukung tidak adanya sebuah deskriminasi terhadap kaum LGBT. Pasalnya, Indonesia adalah negara yang menjunjung moral, agama, dan etika.

“Teman-teman kami lintas agama, ini bukan pelanggaran HAM,” ucapnya. Erlinda selama ini menyebut banyak propaganda yang dilakukan kaum LGBT, misalnya lewat sejumlah jejaring sosial, facebook, twitter, line dan komunitas lainnya. Ia menjelaskan, dalam UU Perlindungan Anak Pasal 13 Huruf C, disebutkan, anak tidak boleh mendapatkan informasikan yang salah.

Misalnya, tentang moral perkawinan, harus dilakukan dengan berbeda jenis. Selain itu, Erlinda menyebut, dalam UU Perlindungan Anak Pasal 59 disebutkan, wajib melindungan anak dari perlakuan salah atau perilaku menyimpang. Menyoal mengenai hak asasi manusia, Pasal 28 J, batasan hak asasi manusia dilindungi undang-undang.

“Anak Indonesia punya hak mendapatkan informasi benar, terutama bagaiaman seks sesuai agama,” ujarnya. Sehingga menurutnya, LGBT yang secara sadar menyatakan dirinya normal, maka hal tersebut merupakan tindak pidana karena bagian dari propaganda. Ia melanjutkan, Indonesia bukan negara yang melegalkan hubungan sejenis.

KPAI memiliki sikap terhadap kaum LGBT, pertama KPAI menentang propaganda yang dilakukan LGBT dengan gambar porno dan disebarkan kepada anak-anak. Kedua, KPAI meminta pemerintah harus tegas terhadap pergerakan LGBT yang masif. “Kami garda terdepan perlindungan anak. Dunia ini harus kita selamatkan dan itu dengan kelahiran,” tegasnya.

KPAI menggandeng psikolog, psikiater, pakar hukum dan pakar-pakar lainnya untuk mengkaji mengenai perlindungan anak dan HAM. “Pornografi musuh besar anak Indonesi karena akan merusak otak, kami katakan penyebaran yang dibarengi pornografi salah,” pungkasnya menambahkan.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok