Jumlah Pasar Modern di Kota Depok Sudah Melebihi Batas

Jumlah Pasar Modern di Kota Depok Sudah Melebihi Batas

HarianDepok.com – Berita , Maraknya pasar modern yang menjamur hingga ke pelosok perkampungan kota di wilayah kota Depok membuat sejumlah usaha kecil milik rakyat semakin tertekan keberadaannya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok akhirnya menyetujui pemberhentiam pembangunan pusat perbelanjaan dan minimarket di kota Depok.

Diketahui bahwa jumlah minimarket di empat Kecamatan Kota Depok jumlahnya sudah melebihi dari yang diharapkan, maka daripada itu untuk memprioritaskan usaha kecil milik rakyat, DPRD kota Depok sepakat untuk membatasi pembangunan pusat perbelanjaan modern dengan menjadikannya Peraturan Daerah yang nantinya akan disahkan oleh Gubernur Jawa Barat.

Empat Kecamatan yang jumlah perbelanjaan modern melebihi batas diantaranya adalah Kecamatan Sukmajaya, Beji, Cimanggis dan Cinere yang kedepannya, akan memprioritaskan usaha kecil milik rakyat guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat tentunya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kota Depok, Farida Rachmayanti mengatakan, hadirnya Perda yang mengatur hal tersebut didasari oleh banyaknya desakan yang diterima pihaknya dari masyarakat yang kebanyakan mereka meminta untuk menghentikan pembangunan minimarket dan pusat perbelanjaan. “Sudah kami terima untuk disahkan menjadi Perda,” tutur Farida, Senin (01/02/2016).

Ia menjelaskan bahwa banyaknya jumlah minimarket dan pusat perbelanjaan yang ada di empat Kecamatan tersebut membuat toko toko tradisional menjadi mati dan tidak berkembang yang mengakibatkan penurunan ekonomi di sektor menengah kebawah dan apabila dibiarkan begitu saja, maka akan berdampak kepada tidak meratanya kesejahteraan di kota Depok.

“Maka daripada itu, di aturan yang baru ini akan dibatasi pembangunannya, namun untuk usaha yang berbasis kerakyatan dan koperasi kami tidak batasi, silakan buat,” katanya.

Perlu diketahui bahwa di Peraturan Walikota Depok Nomor 35 Tahun 2012 mengenai Zonasi pendirian pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern didasari oleh kepadatan penduduk yang dimana untuk setiap minimarket yang berdiri harus didasari dengan jumlah penduduknya dengan catatan setiap 5.000 jiwa hanya bisa didirikan satu minimarket saja. Dan di aturan ini sistemnya tidak menggunakan jarak.

Menurut data yang dihimpun bahwa sebanyak 430 minimarket sudah berdiri dan tersebar di 11 Kecamatan kota Depok. Merujuk kepada Perwal tersebut, jika dibagi dengan jumlah penduduk kota Depok yang saat ini mencapai 2 juta jiwa, maka nilainya hanya mencapai 4.651 jiwa setiap satu minimarketnya yang seharusnya paling sedikit 5.000 jiwa untuk setiap satu minimarket.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)