Pemkot Depok Gagal Serap APBD Tahun 2015 Dengan Maksimal

Pemkot Depok Gagal Serap APBD Tahun 2015 Dengan Maksimal

HarianDepok.com – Berita , Kurangnya serapan APBD tahun 2015 di berbagai sektor yang ada di wilayah kota Depok menjadi perhatian dari berbagai elemen masyarakat kota Depok yang dimana menginginkan adanya perubahan wajah kota Depok menjadi lebih baik lagi di segala sektor terutama di sektor pendidikan dan pembangunan dimana di kedua sektor tersebut masih perlu mendapatkan perhatian dan penanganan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Seperti yang diketahui sampai dengan saat ini pembangunan di sektor pendidikan masih belum dilakukan padahal dana anggarannya sudah disediakan. Namun, karena serapannya terganggu, maka beberapa sekolah yang ada di kota Depok pun menjadi tumbalnya yang salah satunya adalah SDN 01 Pondok Cina, Depok dimana saat ini gedung yang diprediksikan direhabilitasi pada akhir tahun 2015 kemarin, tertunda akibat adanya kekacauan di proses lelangnya.

Belum lagi dana anggaran yang harusnya dapat diserap baik oleh Dinas Bina Marga dan Tata Air (Bimasda) Kota Depok untuk disalurkan kembali ke sejumlah bidang guna menata kota Depok agar dapat lebih baik lagi. Namun, lagi lagi dikarenakan terkendala oleh suatu hal, maka serapannya menjadi terganggu dan tidak tersalurkan dengan baik. Salah satu turap yang berada di kawasan Perumahan Purnawirawan Kopassus Kedayutama, Kelurahan Sukatani, Tapos Depok menjadi salah satu contohnya.

Dimana pada pengerjaan turap tersebut diduga dilakukan asal jadi yang dimana pada kondisi turap yang dikerjakan pembangunannya pada tahun Oktober 2015 lalu, kualitas bangunannya sudah sangat mengkhawatirkan, beberapa bagian sudah mengalami keretakan yang cukup parah, ditambah lagi dengan adanya bangunan yang bolong bolong yang diduga diakibatkan terkikisnya oleh arus air.

“Pengerjaannya terlihat asal jadi. Ini dapat terlihat dari beberapa bagian bagunan yang kondisinya sebagian besar sudah mengalami keretakan disana sini padahal umur pengerjaannya belum genap setahun. Ini diduga pengerjaannya tidak sesuai dengan kriteria oleh pemborong,” jelas Ketua RT 02 RW  13, Islam Salim kepada Radardepok pada beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Sekretaris LPM Sukatani, Puji juga tidak membantah bahwa kualitas perbaikan turap yang dilaksanakan di Kali Sunter pada beberapa waktu lalu tidak maksimal yang dimana pada saat dirinya meninjau kelapangan, lebih banyak media pasir ketimbang semen sehingga pada ketahanan dan kualitas turap tersebut sangatlah rentan rusak kembali. Dirinya menduga bahwa ada permainan pemborong di belakang semuanya ini.

“Pada saat kami meninjau ke lokasi, kondisi turap pada pengerjaannya lebih banyak campuran pasir ketimbang semennya. Hal ini terlihat pada banyaknya bagian turap yang sudah mengalami keretakan. Ini dapat membahayakan warga yang bermukim di sekitar, apalagi pada saat arus air sedang mengalami peningkatan yang dikhawatirkan dapat merobohkan tanggul sehingga dapat mengakibatkan banjir,” tukasnya.

Maka daripada itu, dirinya sangat mengharapkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar mau turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut secepat mungkin sehingga dapat meminimalisir akan adanya bahaya yang ditimbulkan akibat turap tersebut.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)