Minuman Ala Sabun Cuci Dan Kantong Darah Di Malang Mesti Dipatenkan

minuman-ala-sabun-cuci-dan-kantong-darah-di-malang-mesti-dipatenkan

HarianDepok.com – Berita Unik – Aneka minuman dengan kemasan unik beredar luas di Kota Malang dan sekitarnya. Bungkusnya dianggap nyeleneh karena berbentuk seperti blood pack (kantong darah), dot anak-anak, pot bunga, bahkan menyerupai botol sabun pencuci piring.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang tidak mempersoalkan tentang bentuk dan desain kemasan makanan. Kendati dinilai tidak lazim, kemasan-kemasan tersebut masih dianggap wajar.

“Karena masuk makanan dan minuman, yang penting ada sertifikat halal dan Depkes. Desain itu tidak masalah, sepanjang sudah terdaftar. Tidak masalah,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Tri Widyani, Selasa (26/1).

Jika dua sertifikat tersebut belum didapat, produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) itu bisa ditarik oleh lembaga konsumen. Namun sebelum itu semua terjadi, Disperindag memiliki kewajiban membina agar produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi berstandar.

minuman kemasan unik 2016 merdeka.com/darmadi sasongko

“Kita akan membina, agar segera memenuhi standarisasi untuk jenis makanan dan minuman. Kita himbau, produk makanan dan minuman sesuai dengan ketentuan SNI,” ujar Tri.

Yani mengatakan, setiap makanan beredar di pasaran harus ada sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan standarisasi olahan makanan dari Departemen Kesehatan (Depkes).

“Beberapa tahapan harus dilalui oleh IKM. Sekarang IKM mau apa tidak untuk proses ke sana. Kita memberikan dorongan pada mereka,” ucap Tri.

minuman kemasan unik 2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Selain itu, setiap karya kreatif harus segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Disperindag mendorong mempatenkan karya-karya kreatif itu. Pihaknya memberikan fasilitas gratis mendapatkan hak merek dan hak cipta.

“Apalagi yang akan dipatenkan akan difasilitasi pengurusan, hak merek dan hak ciptanya,” lanjut Tri.

Hak paten diberikan secara gratis. Para pemilik produk cukup mendaftar dan menyediakan berkas. Saat ini Disperindag membuka pendaftaran 200 buat karya kreatif.

“Ini kesempatan untuk IKM, kalau biaya sendiri Rp 2 juta,” tutup Tri.

[Irma wulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer