Pakar Hukum Tata Negara Menolak Keberadaan LGBT di Indonesia

 

Pakar Hukum Tata Negara Menolak Keberadaan LGBT di Indonesia

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Mahfud MD selaku Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, mendukung penolakan terhadap keberadaan kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau yang disebut LGBT. Menurut dia, selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, juga tidak sejalan dengan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. “HAM tidak selalu mutlak-universal. LGBT bertentangan dengan nilai ketuhanan, moralitas, dan budaya Indonesia. Pasal 28J (UUD),” ucap Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, Senin (25/01/2016).

Berbicara soal LGBT, menurut dia seharusnya menjadi kepedulian bersama. Bukan hanya bidang-bidang ilmu tertentu. Ia mengungkapkan, berbicara awal mula keberadaan LGBT berbeda dengan ‘mengamati’. Mahfud juga menulis, LGBT merupakan perilaku yang berbahaya dan menjijikan. Tetapi, untuk penangannya, ia menilai, tidak perlu berlebihan, misalnya dengan pengawalan Brimob.

Berbicara soal LGBT yang semakin ramai, ia mempertanyakan ihwal penerimaan kaum-kaum tersebut dari moralitas nilai-nilai agama. “Apakah moralitas nilai-nilai agama kita sekarang sudah menerima LGBT?,” tulisnya. Beberapa hari terakhir, nama SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies Universitas Indonesia) menjadi perbincangan publik di sosial media.

SGRC UI mengklaim sebagai organisasi yang memberikan konseling dan edukasi bagi pelaku LGBT. SGRC UI juga membantah sebagai organisasi yang melindungi dan menyebarkan perilaku orientasi seksual menyimpang.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok