JK Bagi-bagi Sedekah, Satu Tewas Enam Luka-luka

Ribuan warga berdesakan untuk bersilaturahmi di kediaman Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla, Makassar, Sulsel, Selasa (29/7).

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Seorang anak 11 tahun tewas terinjak dan enam orang terluka dalam desak-desakan di rumah Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla di Makassar, di mana ribuan orang berbondong-bondong untuk menerima kotak makan dan uang senilai Rp 50.000.

Pemberian makan siang dan sedekah dikatakan menjadi bagian dari penerimaan open house Kalla.

Sebuah acara open house serupa juga digelar di Jakarta oleh Presiden terpilih Joko Widodo di Balai Kota maupun oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Senin, meskipun tidak ada pembagian uang tunai.

“Dika (Hadika) terinjak injak dalam antrian,” kata Hawiah, kerabat bocah yang tewas terinjak.

Hadika, seorang siswi kelas enam dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris, namun dalam perjalanan Handika tak bisa tertolong.

“Dika meminta saya tinggal di rumah dan menawarkan untuk pergi mendapatkan uang sebagai gantinya, tapi saya takut karena dia masih sangat kecil, jadi saya pergi menemaninya,” kata Nahu, ibu korban.

Adik Kalla Fatimah Kalla dan putranya Solihin Kalla, bersama dengan Walikota Makassar Ramdanny Pomanto, sempat mengunjungi keluarga korban dan memberi bantuan berupa uang tunai.

“Atas nama keluarga Jusuf Kalla dan pemerintah kota Makassar, saya turut belasungkawa atas kejadian ini,” kata Danny, Walikota Makassar.

Kepala Polisi Makassar Kombes. Ferry Abraham memperkirakan kerumunan di rumah Kalla lebih dari 5.000 orang, dan dijaga oleh hanya 200 petugas polisi.

“Jumlah orang membuatnya sulit bernapas,” kata Ferry.

Selain Hadika, enam warga lainnya – yang juga merupakan bagian dari kerumunan – terluka, dan juga dilarikan ke rumah sakit Stella Maris.

Warga menyesalkan acara amal tersebut tidak terorganisir dengan baik, dan mengatakan bahwa penyelenggara seharusnya tidak memegang distribusi zakat dalam satu baris.

[adm/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)