Tujuh Kecamatan Depok Direncanakan Akan Dibangun Pasar Tradisional

Tujuh Kecamatan Depok Direncanakan Akan Dibangun Pasar Tradisional

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mengembangkan sejumlah pasar tradisional yang ada di wilayahnya saat ini diketahui telah merencanakan sejumlah rancangan tujuh pasar tradisional yang nantinya akan didirikan di tujuh Kecamatan kota Depok. Hal tersebut sengaja dilakukan oleh Pemkot Depok guna memperbaiki kualitas pasar tradisional yang secara umum masih jauh dari kata nyaman.

Untuk menjalankan misi tersebut, Pemkot Depok menunjuk langsung Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar (DKUP) kota Depok sebagai instansi yang bertanggung jawab dalam merealisasikan perihal tersebut dilapangannya. Agar dapat segera dinikmati oleh seluruh masyarakat kota Depok, rencana tersebut diperkirakan akan rampung pengerjaannya sampai dengan akhir tahun 2017 mendatang.

Beberapa Kecamatan yang kedepannya akan memiki pasar tradisional sendiri diantaranya adalah Kecamatan Bojong Sari, Kecamatan Limo, Kecamatan Sawangan, Kecamatan Cipayung, Kecamatan Cilodong, Kecamatan Tapos dan Kecamatan Cinere. Ke tujuh Kecamatan tersebut akan adanya pasar tradisional nantinya diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari harinya seperti sayur, buah buahan dan ikan.

Kepala Bidang Pasar Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar (DKUP) Kota Depok, Supomo mengatakan, pihaknya akan segera membahas perihal penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dari Walikota dan Wakil Walikota Depok terpilih secepat mungkin dengan harapan agar masyarakat kota Depok dapat lebih nyaman dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari.

“Wilayah Barat Kota Depok sampai dengan saat ini masih belum memiliki pasar. Maka daripada itu alangkah baiknya jika kota Depok yang dimana penduduknya sudah berada di atas dua juta jiwa memiliki pasar di tiap tiap Kecamatannya. Selain daripada itu, kedepannya kami harapkan agar kios yang ada di pasar pasar tersebut dimiliki sepenuhnya oleh para pedagang dan bukan dimiliki oleh orang yang hanya mengambil keuntungan semata saja,” ujarnya di Depok, Senin (18/01/2016).

Selain dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan hidup sehari hari, rencana pembangunan pasar tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kemacetan yang terjadi di sejumlah jalan yang ada di kota Depok akibat banyaknya masyarakat di satu Kecamatan dalam mengunjungi pasar tradisional yang jarak tempuhnya dapat menyita waktu dan tenaga.

Lebih lanjut sejumlah pasar yang rencananya akan segera dibangun diharapkan dapat dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah kota Depok sehingga dapat menekan adanya penyalahgunaan sejumlah fasilitas oleh oknum nakal yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat golongan kecil.

“Sampai dengan saat ini pasar tradisional yang sistem pengelolaannya dipegang penuh oleh Pemkot Depok baru Pasat Sukatani saja yang letaknya di Kecamatan Tapos. Kedepannya, kami mengharapkan agar seluruh pasar tradisional yang ada di kota Depok dapat dipegang penuh kendalinya oleh Pemkot Depok dengan tujuan meminimalisir terjadinya penyalahgunaan fasilitas,” ujarnya.

Diakuinya bahwa sampai dengan saat ini, pengelolaan pasar yang ada di kota Depok terbilang tertinggal jauh dengan daerah daerah yang lainnya dimana kebanyakan telah berjalan dengan baik dibawah kendali mereka masing masing. Maka daripada itu, dirinya mengharapkan pasar tradisional yang ada di kota Depok nantinya dapat menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan maksud agar dapat meningkatkan pendapatan daerah yang dimana akan digunakan kembali untuk membangun kota Depok agar dapat lebih baik lagi.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: