Bocor, Inilah Besaran Gaji Tentara ISIS

Bocor, Inilah Besaran Gaji Tentara ISIS

HarianDepok.com – Berita – Internasional , ISIS yang dikenal dengan organisasi teroris terkaya di dunia ternyata bukan hanya sebuah organisasi semata. Mereka terbentuk sama halnya sebuah negara yang menguasai sebagian Irak dan Suriah. Sebab itu juga, tentara-tentara ISIS yang rela mati berperang demi kejayaannya diberi gaji. Namun berapa besarannya? Menurut Congressional Ressearch Service, Tentara ISIS mendapatkan bayaran sebesar US$ 400 dan US$ 1.200 per bulan. Jika dirupiahkan sekitar Rp 5,5 juta dan Rp 16,6 juta (kurs: Rp 13.910 per dolar AS).

Selain itu, istri dan anak-anak mereka pun mendapatkan upah, yakni US$ 50 untuk istri dan anak masing-masing US$ 25. Tetapi, menjalankan sebuah negara ketika perang ternyata mahal harganya, sehingga ISIS saat ini menggaji tentaranya tidak sebanyak biasanya. Seperti yang dilansir CNN Money, Rabu (20/01/2016), gaji tentara ISIS dipotong hingga 50 persen.

“Rekening pada kondisi yang luar biasa yang tengah dihadapi ISIS, telah diputuskan untuk mengurangi gaji yang dibayarkan untuk mujahidin setengahnya, dan tidak diizinkan bagi siapa saja dikecualikan dari keputusan ini. Apapun posisinya,” ujar pemerintah ISIS dalam memorandumnya.

Dokumen bocor ini diperoleh oleh Aymenn jawad al Tamimi, seorang ulama terkemuka yang melacak ISIS. Ia juga berada di Forum Timur Tengah. Al Tamimi dikabarkan mendapatkan dokumen dari sumber di dalam Al Raqqa, yang dipercaya sebagai Ibu Kota dari ISIS. Dalam memo tersebut, ISIS tidak menyebutkan alasan pemangkasan gaji tersebut. Salah satu sumber utama dari tekanan keuangan ISIS adalah karena berjalannya koalisi pemboman yang dipimpin Amerika Serikat.

Serangan udara membidik bisnis minyak ISIS yaitu dengan menghancurkan truk minyak, tanki penyimpanan, kilang mobile, dan peralatan perminyakan lainnya. Al hasil, ISIS di awal 2015 dulu menghasilkan US$ 40 juta dari minyak, dan saat ini hanya sebagian kecil dari itu, menurut Departemen Negara. Serangan udara juga membidik target uang ISIS sendiri. Pekan lalu, tentara AS membuat langkah tak biasa.

Mereka menjatuhkan 2.000 pound bom ke gedung di central Mosul, Irak dan menghancurkan jutaan dolar pundi-pundi ISIS. Bukan hanya itu, sumber dari tekanan keuangan ISIS adalah biaya operasional pemerintah yang besar. ISIS menyediakan fasilitas publik dan menarik pajak. Itu berarti mereka harus menganggarkan dana untuk infrastruktur dan gaji pekerja sipil.

Untuk tetap berjalan, mereka juga membayar insinyur teknisi terampil sampai US$ 1.500 per bulan, menurut tim investigasi riset Persatuan Bangsa Bangsa. Menurut pakar, ISIS juga mensubsisi biaya pembelian roti untuk rakyatnya.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok