Dinkes Depok Himbau Apotek dan Toko Obat Obatan Lakukan Stok Opname Secara Berkala

Dinkes Depok Himbau Apotek dan Toko Obat Obatan Lakukan Stok Opname Secara Berkala

HarianDepok.com – Berita , Demi menunjang kualitas kesehatan masyarakat kota Depok, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok saat ini telah meginstruksikan kepada seluruh apotek dan toko toko obat yang ada di seluruh wilayah kota Depok untuk melakukan pengecekan secara berkala mengenai masa berlaku obat obatan yang dijual.

Hal ini selain dimaksudkan untuk mencegah adanya peredaran obat obatan yang sudah kadaluwarsa juga dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kota Depok yang sampai dengan saat ini sebagian besarnya sudah terproteksi dengan baik oleh BPJS.

Kepala Seksi Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Sih Mahayanti dalam keterangannya mengenai perihal tersebut mengatakan, pihaknya dalam mengemban tugas tersebut menghimbau kepada para pelaku usaha apotek dan toko obat obatan untuk menjalankan stock opname minimal sebulan sekali.

“Demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kota Depok dan mutu obat obatan yang dijual, kami menghimbau kepada seluruh pelaku usaha apotek dan toko obat obatan untuk dapat menjalankan kegiatan Stock Opname minimal dilakukan sekali dalam satu bulan. Hal ini juga dimaksudkan agar para pengelola apotek dapat mengetahui secara detail sampai kapan masa berlakunya obat obatan yang dijual,” ujarnya di Depok, Minggu (17/01/2016).

Menurut penjelasannya, Stock Opname yang dihimbaukannya kepada seluruh pelaku usaha apotek dan toko obat obatan di kota Depok juga merupakan salah satu cara agar paea pengelola bisa mengetahui secara pasti apakah barang tersebut masih layak dijual atau sebaliknya. Hal ini menurutnya kerap kali dilupakan oleh para pengelola sehingga dapat menimbulkan kerugian materil kepada pemilik toko dan para konsumen .

Selain daripada itu, secara berkalanya Stock Opname dilakukan dapat juga mengetahui obat apa saja yang memang dibutuhkan oleh konsumen sehingga dapat memperkecil kerugian pemilik usaha dalam menjalankan bianisnya. Tak hanya itu saja, hal tersebut juga dimaksudkan agar dapat mengetahui seberapa banyak obat obatan yang sudah terlalu lama menumpuk dan masa kadaluwarsanya.

“Pasa prinsipnya, setiap penjualan itu harus mengikuti sistem First In First Out (FIFO) sehingga memperkecil akan adanya penumpukan stok lama di gudang penyimpanan yang dapat mengakibatkan rusaknya barang sehingga tidak dapat dijual kembali ke konsumen,” katanya.

Sih juga menghimbau kepada seluruh pemilik apotek dan toko obat obatan yang ada di kota Depok agar selalu dapat memisahkan obat obatan yang masih layak jual dengan obat obatan yang sudah kadaluwarsa dan didata kembali dengan jelas.

Untuk obat yang masa kadaluwarsanya sudah lewat dan stoknya sedikit dapat langsung dimusnahkan sendiri dan apabila stoknya terbilang cukup banyak, dirinya meminta pihak apotek untuk bekerjasama dengan pihak ketiga dalam memusnahkan limbah medis tersebut sehingga tidak dibuang begitu saja dan dimanfaatkan kembali oleh oknum nakal untuk dijual yang dampaknya sangat merugikan konsumen.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: