Pengerjaan Proyek Terminal Jatijajar Depok Diambil Alih Oleh Pusat

Pengerjaan Proyek Terminal Jatijajar Depok Diambil Alih Oleh Pusat

HarianDepok.com -Berita , Belum rampungnya pembangunan Terminal Jatijajar yang sudah dilakukan sejak tahun 2010 lalu oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, direncanakan akan dilimpahkan pengerjaannya ke Pusat. Hal ini disebabkan oleh adanya Surat Keputusan dari Kementerian Dalam Negeri yang menginstruksikan pengerjaan pembangunannya harus ditangani oleh Pusat.

Kepala Sub Bidang Fisik dan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Hernitawati membenarkan hal tersebut yang dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan instruksi langsung dari pusat untuk menyerahkan sepenuhnya pengerjaan pembangunan Terminal Jatijajar pada Oktober 2016 ini.

“Selesai atau tidaknya pengerjaan Terminal Jatijajar yang bertipe A ini harus diserahkan secepatnya ke pusat selambat lambatnya pada Oktober 2016 mendatang,” jelasnya di Depok, Sabtu (16/01/2016).

Ketentuan pengambilalihan kerja ini juga merujuk kepada Undang Undang yang telah ditetapkan di Nomor 23 Tahun 2015 yang berisikan mengenai pemerintahan daerah. Sedangkan untuk pendataan pembangunan asetnya akan dilakukan mulai Maret sampai dengan April 2016 mendatang. Maka daripada itu Herni mengaku, pihaknya sampai dengan saat ini masih terus melakukan persiapan mengenai pengaplikasian aturan tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi selama ini dalam pembangunan Terminal Jatijajar yang dianggap sebagai terminal terbesar se Jawa Barat ini banyak terkendala dengan proses lelang pembangunan terminal. Seperti yang diketahui bahwa dana yang dikucurkan oleh Pemkot Depok dalam membangun Terminal Jatijajar sebanyak 48 miliar rupiah yang rencananya digunakan untuk pembangunan emplasemen Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), jalan lingkar dan Hall kedatangan serta keberangkatan penumpang.

“Untuk bagian yang sudah diselesaikan hanya proyek pengerjaan jalan lingkar dan sebagian emplasemen saja, sedangkan yang lainnya masih terkendala dengan adanya permasalahan di proses lelangnya. Dana anggaran yang sudah diserap untuk pembangunan terminal baru hanya 20 miliar rupiah,” ujarnya.

Menurut data yang dihimpun bahwa proyek pembangunan Terminal Jatijajar pada tahun 2015 sudah dilakukan pengerjaannya di sektor jembatan, namun akibat adanya permasalahan, pengerjaannya langsung dihentikan. Untuk membiayai proyek pembangunan tersebut, Pemkot Depok sudah mengeluarkan dana anggarannya sebesar enam miliar rupiah yang pada pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) Kota Depok.

Terminal Jatijajar pun dalam kehadirannya di kota Depok di klaim sebagai salah satu Terminal yang mampu mengurangi kemacetan lalu lintas yang saat ini terjadi di kota Depok. Hal ini diketahui bahwa jumlah kapasitas untuk menampung bus bus AKAP dan yang lainnya bisa mencapai ribuan unit. Oleh sebab itu Terminal Jatijajar paling strategis dimana letaknya sangat dekat sekali dengan jalan Tol.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)