Harga BBM Turun, Tarif Angkot di Depok Dipastikan Masih Tetap Seperti Biasa

Harga BBM Turun, Tarif Angkot di Depok Dipastikan Masih Tetap Seperti Biasa

HarianDepok.com – Berita , Rencana akan adanya perubahan tarif layanan angkutan umum di kota Depok pada beberapa waktu lalu terjawab sudah bahwa dengan adanya keputusan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang memastikan bahwa tidak ada penurunan tarif dasar angkutan kota yang seharusnya dapat diimbangi oleh adanya penurunan harga Bahan Bakat minyak (BBM) yang pada pekan kemarin telah mengalami penurunan harga.

Meski demikian, Pemkot Depok mengaku bahwa pihaknya terus menghimbau kepada seluruh pengelola angkutan kota agar dapat sesegera mungkin menyesuaikan tarif dasar penggunaan layanannya agar dapat seimbanv dengan harga BBM yang menurun dari harga sebelumnya.

“Kami sejak jauh jauh hari sudah mengantispasi akan terjadinya fluktuasi harga BBM di Indonesia, baik itu harga premium maupun harga solar,” tutur Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Gandara BBudiana Senin (11/01/2016).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya dalam menggunakan batas atas dan bawah sudah direalisasikan sejak jauh jauh hari guna mengantisipasi akan adanya perubahan tarif dasar angkutan sehingga dapat ditetapkan dengan cepat dan baik tanpa harus berlama lama mengkalkulasi kembali penghitungannya.

Dengan adanya harga premium yang dipaparkannya tersebut dapat memudahkan pihaknya dalam memberlakukan tarif batas bawah dan atas agar tidak terlalu memberatkan para pengguna layanan angkutan umum. “Mereka akan menyesuaikan sendiri karena kami sudah menetapkan. Jika premium seharga 7.000 rupiah maka tarif yang akan dibebankan sebanyak sekian, dan selanjutnya. Ini lebih menjurus kepada kebijakan para pengelola angkot,”  katanya.

Lebih lanjut, Gandara juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Organda terkait permasalahan tarif dasar layanan yang akan ditetapkan. “Mereka kan sudah tahu dan sudah ditetapkan batas tarif layanan atas dan batas bawah, jadi angkanya sudah tetap,” tandasnya.

Dengan adanya kebijakan tersebut dapat dipastikan jumlah pengguna jasa layanan transportasi publik akan jauh semakin berkurang dengan sejumlah alasan yang diantaranya adalah, kurang efisien, tidak nyaman, keamanan tidak terjamin, adanya kendala di waktu perjalanan serta masih banyaknya sikap supir angkutan yang tidak mempedulikan keselamatan pengguna jalan yang lainnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)