Ledakan Sarinah Diklaim Pengaruhi Pelemahan Rupiah Nyaris Sentuh 14 Ribu per Dolar AS

Ledakan Sarinah Diklaim Pengaruhi Pelemahan Rupiah Nyaris Sentuh 14 Ribu per Dolar AS

HarianDepok.com – Bisnis , Perdagangan saham pada Kamis pekan ini (14/01/2016), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Insiden ledakan yang terjadi di pusat kota Jakarta dinilai juga turut mempengaruhi pergerakan rupiah. Seperti yang dikutip dari data Bloomberg, Kamis (14/01/2016), rupiah dibuka melemah 22 poin ke level 13.857 per dolar AS dari penutupan perdagangan Rabu 13 Januari 2016 di level 13.835 per dolar AS.

Pada pukul 10.50, rupiah langsung tertekan ke level 13.910 per dolar AS. Padahal sebelumnya pukul 10.35, rupiah masih bergerak di kisaran 13.837 per dolar AS. Sepanjang Kamis siang ini di level 13.829-13.910 per dolar AS. Sedangkan kurs rerefensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah melemah ke level 13.877 per dolar AS dari posisi 13 Januari 2016 di level 13.861.

Menurut salah seorang analis PT Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova mengungkapkan bahwa sentimen internal mendominasi pelemahan nilai tukar rupiah pada siang ini. Ada ledakan bom terjadi di pusat kota Jakarta, Rully menilai hal tersebut juga dapat mempengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap situasi politik dan keamanan di Indonesia.

“Faktor politik dan keamanan langsung mempengaruhi pergerakan rupiah. Ini mengkhawatirkan investor terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah,” ucap Rully. Ia menambahkan, rupiah masih akan terus tertekan sampai sore ini karena insiden tersebut. Rupiah kemungkinan masih berpeluang menguat asalkan pemerintah bisa bereaksi dengan tepat.

“Rupiah ini tergantung respons pemerintah untuk membantu penguatan rupiah,” ucap Rully. Sedangkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah 1,17 persen ke level 4.485,77. Seperti yang diketahui, dua ledakan keras terjadi di perempatan Sarinah sekitar pukul 10.40 WIB dan pukul 10.55 WIB.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: