Tewasnya Mirna Usai Minum Kopi Diduga Kasus Pembunuhan

Tewasnya Mirna Usai Minum Kopi Diduga Kasus Pembunuhan

HarianDepok.com  – Berita – Nasional , Menurut Dosen Forensik Psikolog Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Reza Indragiri Amriel menduga jika Wayan Mirna Salihin tewas karena dibunuh. Wanita berusia 28 tahun itu mengembuskan nafas terakhir usai meminum seteguk es kopi Vietnam di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakarta, pada Rabu (06/01/2016). “Siapa pembunuhnya? Dugaan saya, bukan orang awam (umum) dan tidak semeja atau selokasi dengan korban (Mirna),” ujar Reza seperti yang dikutip Tempo, Senin (11/01/2016).

Reza menuturkan bahwa sianida atau racun yang diduga membunuh Mirna sebenarnya lebih sering digunakan untuk bunuh diri. “Itu pun sangat-sangat sedikit,” ucap Riza. Ia menegaskan, sebagai zat spesifik dan berefek dahsyat, sianida membutuhkan akses khusus untuk mendapatkannya. “Karena modusnya extra effort, maka besar kemungkinan pelaku mengganti alat pembunuhnya (dengan sianida),” kata dia.

Sebab itu, hanya sedikit kasus pembunuhan yang menggunakan racun. Menurutnya, pembunuhan yang menggunakan racun, seperti pelaku lainnya, ingin efek mematikan berlangsung cepat dan kecil peluang korban diselamatkan. “Tentunya (pelaku) tak ingin berada di lokasi saat korban menderita lalu tewas,” ujarnya. Untuk itu, Reza meminta kepolisian dapat mengungkap dan melakukan investigasi sampai tuntas dalam kasus ini. “Pembelian sianida via online juga perlu dipantau,” ujarnya.

Sementara menurut juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Mohammad Iqbal, tidak mau menduga-duga soal penyebab kematian Mirna. “Tim masih bekerja untuk mengungkap kasus ini,” ujar Iqbal. Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan kematian Mirna tidak wajar, sehingga perlu dilakukan penyelidikan.

“Apakah akibat gangguan kesehatan atau apa, ini tengah kami selidiki sebabnya,” ujar Krishna. Tetapi, Krishna enggan disebut penyelidikan ini karena dugaan pembunuhan. Sebabnya, polisi tak boleh menduga-duga tanpa bukti yang jelas. “Intinya, pertama kami mencari keterangan pidana, apakah kelalaian atau apa. Kedua, jika ini unsur pidana kami akan mencari tersangkanya.” pungkasnya.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok