Angelina Sondakh Jadi Saksi di Sidang Kasus Korupsi Nazaruddin

Angelina Sondakh Jadi Saksi di Sidang Kasus Korupsi Nazaruddin

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Mantan anggota Komisi X DPR RI, Angelina Sondakh atau yang akrab disapa Angie dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi serta pencucian uang dengan terdakwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Sidang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (06/01/2016). Dalam persidangan tersebut penampilan Angie nampak berbeda. Angie mengenakan kemeja putih dan berkerudung merah muda.

Ketika bersaksi, Angie mengaku mulai mengenal Nazar pada tahun 2009 ketika awal menjadi anggota DPR. Sebelumnya, mantan Marketing Permai Grup, Mindo Rosalina Manulang mengatakan bahwa sejumlah anggota DPR agresif meminta fee kepada Nazar lewat dirinya.  Fee tersebut sebagai timbal balik permintaan anggaran sejumlah proyek dari PT Duta Graha Indah dan PT Nindya Karya agar dapat dimasukkan ke dalam APBN dan APBN-P.

Sebelum APBN disahkan oleh Banggar, sudah ada komitmen pemberian fee 5 sampai 7 persen untuk sejumlah anggota DPR.  “Kami ketemu anggota DPR, mereka kan suka minta-minta uang. Kalau mereka minta, saya lapor ke Pak Nazar. Pak Nazar bilang, kalau Angie Cs 5 persen. Tapi Angie minta naik, jadi 7 persen,” jelas Rosa. Nazaruddin didakwa menerima gratifikasi dari PT Duta Graha Indah dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek di sektor pendidikan dan kesehatan.

Atas permintaan PT NK, Nazar diminta menggolkan anggaran untuk proyek pembangunan Rating School Aceh dan proyek pembangunan gedung di Universitas Brawijaya. Sedangkan dari PT DGI, proyek yang diajukan yakni pembangunan gedung di Universitas Mataram, Universitas Udayana, BP2IP Surabaya Tahap III, Universitas Jambi, RSUD Sungai Dareh Kabupaten Darmasraya,

Paviliun RS Adam Malik Medan, gedung Cardiac RS Adam Malik Medan, RS Ponorogo dan RS Inspeksi Tropis Surabaya. Atas perbuatannya, Nazar dijerat Pasal 12 huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 ayat 1 KUH Pidana.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok