Bangunan di Sepanjang Jalan Margonda Raya Kebanyakan Melanggar Garis Sepadan Bangunan

Bangunan di Sepanjang Jalan Margonda Raya Kebanyakan Melanggar Garis Sepadan Bangunan

HarianDepok.com – Berita , Dalam menata kotanya agar dapat sesuai dengan peraturan yang ada, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memerlukan dana yang tidak sedikit agar dapat menata kembali bangunan dan fasilitas yang ada di sepanjang Jalan Margonda Raya. Diperkirakan untuk merealisasikan hal tersebut, Pemkot Depok harus memiliki dana sebesar 160 miliar yang dimana akan digunakan sebagai dana operasional dalam menertibkan bangunan liar yang melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB).

Menurut aturan yang ada di dalam peraturan GSB, seluruh bangunan yang ada setidaknya harus berada minimal 10 meter dari bahu jalan, jika merujuk peraturan tersebut, maka rata rata bangunan yang ada di sepanjang jalan Margonda Raya dianggap telah melanggar. Hal tersebut masih menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang dimana harus menjalankan tugasnya dengan memperhatikan hak hak para pemilik bangunan.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok, Kania Parwanti dalam menanggapi permasalahan tersebut mengatakan, bagi bangunan yang sudah tidak memungkinkan untuk mundur, maka pemerintah berencana akan membebaskan sejumlah lahan bangunan yang nantinya akan ditata kembali dan akan difungsikan sebagai salah satu fasilitas umum.

Dari data yang didapatkan diketahui bahwa sampai dengan saat ini, terdapat 25 bangunan yang ada di sepanjang jalan tersebut akan dibebaskan oleh Pemkot Depok. Ini dikarenakan pada bangunan tersebut sudah tidak bisa lagi digunakan apabila harus mundur sampai dengan 10 meter dari bahu jalan. Dan untuk membebaskan lahan tersebut, Pemkot Depok merencanakan akan memasukinya di dalam APBD tahun 2016.

“Untuk dananya saat ini memang belum ada, namun kami akan memasuki permohonan dana tersebut ke dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Depok tahun 2016,” tuturnya kepada media beberapa waktu yang lalu.

Guna menjalankan rencananya tersebut, Pemkot Depok diperkirakan harus mengantongi dana sebanyak 60 miliar yang nantinya akan digunakan kembali sebagai dana pembebasan lahan bangunan yang ada di pinggiran jalan Margonda Raya. “Untuk harga pasaran tanah di kawasan Margonda sudah mencapai tujuh juta rupiah per meternya,” katanya.

Untuk pembebasan 15 bangunan yang lainnya, ia perkirakan akan membutuhkan biaya sebesar 100 miliar rupiah yang rencananya akan dilaksanakan pasa 2017 mendatang. Kania juga mengatakan bahwa jumlah tersebut baru perkiraan saja sedangkan untuk kepastian besaran anggaran riil nya, akan dikaji kembali.

“Di tahun 2016, Pemkot Depok akan melakukan kajian yang nantinya akan diketahui apa saja kebutuhan yang diperlukan dan berapa total jumlah besaran yang akan dikeluarkan untuk merealisasikannya. Yang pasti adalah Pemkot Depok berencana menjadikan kota Depok menjadi kota penunjang yang baik.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: