Inilah Penyebab Kemacetan Yang terjadi di Kota Depok

Inilah Penyebab Kemacetan Yang terjadi di Kota Depok

HarianDepok.com – Berita , Kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan utama kota Depok menjadi hal yang sudah biasa ditemui sehari hari oleh masyarakat kota Depok sendiri, apalagi pada saat menjelang libur akhir pekan yang situasinya semakin padat dipenuhi oleh para pengguna kendaraan yang berniat mengisi waktu liburnya untuk sekedar berkunjung ke rumah kerabat ataupun ke tempat hiburan.

Selain meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor di setiap tahunnya, kemacetan yang terjadi di wilayah kota Depok juga diduga disebabkan oleh adanya pertumbuhan properti yang sangat cepat di kota Depok. Hal inilah yang saat ini masih terus ditangani dengan serius oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang berusaha mewujudkan kotanya sebagai kota yang nyaman dan layak huni.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok, Kania Parwanti menjekaskan, pembangunan yang terjadi di wilayah kota Depok saat ini tidak diimbangi dengan adanya pembangunan sejumlah ruas jalan untuk mengantisipasi akan terjadinya kemacetan. Selain daripada itu, alat transportasi umum yang kurang memadai juga menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya kemacetan di kota Depok.

Dalam upayanya mengatasi permasalahan tersebut, Kania juga telah mendapatkan tugas untuk mewajibkan kepada seluruh para pengembang yang ada di kota Depok untuk menjadikan sebagian lahannya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan batasan luas kavling mulai dari 120 meter persegi.

“Luas kavling 120 meter persegi dan pertumbuhan penduduk yang ada di wilayah kota Depok yang terbilang sangat cepat tidak diimbangi dengan adanya pembangunan jalan jalan baru sehingga berdampak kepada kemacetan dimana mana. Hal ini sudah terjadi di Tole Iskandar, Sawangan dan sejumlah lokasi perumahan yang lainnya,” tuturnya di Depok, Rabu (30/12/2015).

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Kania meminta kepada sejumlah pengusaha properti yang ada di kota Depok untuk dapat menjalankan program yang sudah ditetapkan oleh Pemkot Depok agar selalu ikut mempertahankan RTH yang dimana saat ini kota Depok diwajibkan untuk memiliki lahan RTH 30 persen dari luas wilayahnya.

“Saat ini kota Depok diwajibkan untuk memiliki lahan RTH seluas 30 persen dari total luas wilayah. Hal ini sudah diatur didalam undang undang mengenai tatanan kota. Saat ini jumlah tersebut masih belum terpenuhi, namun sampai tahun 2017 kedepan, kami akan berusaha memenuhinya,”tutupnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)