IMJ Perjuangkan Kartu Bebas Ngamen

IMJ Perjuangkan Kartu Bebas Ngamen

HarianDepok.com – Berita , Adanya larangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam hal penertiban kepada seluruh pengamen di wilayah kota Depok langsung disikapi oleh wadah kreativitas pengamen yang bernama Institut Musik Jalanan (IMJ) yang mengaku akan memperjuangkan kartu tersebut dengan maksud dapat memudahkan para musisi jalanan untuk menunjukkan kualitasnya kepada masyarakat luas.

“Kartu Bebas Ngamen yang dalam beberapa tahun terakhir ini kami perjuangkan lewat sejumlah media di TV maupun di media ccetak akan segera terwujud pada tahun 2016 mendatang. Sampai saat ini, saya dan Institut Musik Jalanan masih terus mempersiapkan segala sesuatunya agar dapat berjalan dengan baik dan lancar,” jelas Andi Malewa, salah satu pendiri IMJ, Selasa (29/12/2015).

Kartu Bebas Ngamen yang disebut sebutnya sebagai salah satu upaya untuk membebaskan para seniman jalanan agar dapat menunjukkan bakat dan kemampuannya di bidang musik masih terus dikampanyekan oleh pihaknya sejak diterbitkannya Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 mengenai larangan mengamen di seluruh wilayah kota Depok.

Ia juga mengatakan bahwa tujuan diterbitkannya Kartu Bebas Ngamen akan diperuntukkan sebagai salah satu solusi untuk dapat menunjukkan diri di hadapan umum sehingga mereka yang memiliki kartu tersebut dapat diberikan tempat untuk dapat terus berkarya tanpa ada anggapan bahwa mereka mengganggu ketertiban umum.

Dalam usahanya tersebut, Andi menuturkan bahwa dirinya sudah beberapa kali menyampaikan maksud dan tujuannya itu kepada Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad yang membahas mengenai Kartu Bebas Ngamen. “Secara personal saya sudah acap kali membahas masalah Kartu Bebas Ngamen ini dengan pak Idris yang kebetulan juga sudah menjadi Walikot Depok terpilih periode tahun 2016 – 2021,”  katanya.

Hal tersebut sengaja ia lakukan dengan harapan bahwa dirinya akan mendapatkan dukungan dari Pemkot Depok agar pengamen yang ada di kota Depok dapat terus berkembang sehingga bisa bersaing dengan musisi musisi yang sudah ada dan terkenal di tanah air. Kedepannya, apabila maksud dan tujuannya tercapai, para pengamen nantinya akan dapat lebih leluasa menunjukkan bakatnya di sejumlah tempat umum.

Andi mengaku, jika Kartu Bebas Ngamen disetujui, maka dirinya akan membuatkan konsep dan mekanisme penggunaannya secara baik sehingga tidak digunakan oleh sembarang orang yang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri dirinya sendiri diatas kepentingan orang banyak. Selain daripada itu dirinya juga mengaku akan menyeleksi terlebih dahulu para pengguna Kartu Bebas Ngamen sehingga dapat terkoordinasi dengan baik penerapannya dilapangan.

Ia berharap, nanti pada 2016 mendatang, hal tersebut dapat terwujud sehingga dapat mendongkrak kembali semangat para pengamen jalanan untuk terus berkreasi dan menunjukkan dirinya kepada masyarakat umum melalui musik.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Rate this article!
Tags: