Terompet Sampul Alquran Ternyata Ada Hubungannya Dengan Pengadaan Al Quran Tahun 2013

Terompet Sampul Alquran Ternyata Ada Hubungannya Dengan Pengadaan Al Quran Tahun 2013

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Sejumlah terompet-terompet tahun baru yang terbuat dari sampul Al Quran yang beredar di beberapa daerah beberapa waktu lalu besar kemungkinan terkait dengan proses pengadaan pada tahun 2013. Menurut Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Machasin menuturkan kala itu Kementerian Agama bekerja sama dengan sebuah perusahaan untuk pengadaan sekitar 1,6 juta Al Quran.

Tetapi saat proses belum selesai, vendor tersebut menyatakan tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan. Oleh sebab itu, Kementerian Agama pada awal tahun 2014 membayar Al Quran yang berhasil dibuat saja dan bagian-bagian yang belum menjadi Al Quran tidak dibayar. “Nah sisa yang itu (yang tidak dibayar) dijual oleh pemenang tender dan ketika dijual ada perjanjian bahwa itu dicincang atau tidak dipergunakan secara utuh,” ujar Machasin.

Saat ini pihak kepolisian tengah mengusut bagaimana sisa Al Quran ini bisa menjadi terompet, seperti yang diungkap juru bicara Polri Agus Rianto. “Itu tidak ditemukan motif-motif lain selain dari pada motif untuk mencari keuntungan saja, karena itu kan sebenarnya barang-barang bekas,” kata Agus. Namun Agus Rianto menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan sehingga belum ada kesimpulan akhir mengenai motifnya.

Jika motifnya sudah terbukti dan diputuskan, maka pelakunya bisa diproses secara hukum menurut pengamat hukum pidana Mahmud Mulyadi dari Universitas Sumatra Utara. “Karen kalau Al Quran itu diinjak, dibuat-buat sampul dan sebagainya itu masuk wilayah penghinaan,” ungkap Mahmud. Salah satu organisasi Islam di Indonesia, Muhamadiyah, memang menuntut agar kasus ini dibawa ke ranah hukum.

Namun menurut  ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengungkapkan bahwa masyarakat tidak boleh terprovokasi karena kejadian ini. Terompet dengan sampul Al Quran ini ditemukan di berbagai daerah di Indonesia antara lain di Jakarta, sejumlah kota di pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat. Kementerian Agama pun menyatakan akan mengawasi proses pengadaan Al Quran mulai dari awal sampai akhir yaitu pemusnahan plakat cetak ke depannya agar hal seperti ini tidak terulang lagi.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok