Habib Idrus Al Ghadri Meminta Polresta Depok Robohkan Warung Miras Yang ada di Kota Depok

Habib Idrus Al Ghadri Meminta Polresta Depok Robohkan Warung Miras Yang ada di Kota Depok

HarianDepok.com – Berita , Adanya korban yang tewas akibat mengkonsumsi miras oplosan di kota Depok membuat sejumlah masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggal para korban menjadi geram dan mengancam akan mengadili secara sepihak warung warung dan gudang penyimpanan miras yang diduga banyak beroperasi di Kampung Lio, Beji, Depok, Jawa Barat. Mereka mengaku geram akibat belum adanya tindakan dari petugas untuk mengadili para pedagang miras tersebut.

Habib Idrus Al Ghadri, Tokoh Masyarakat yang juga sebagai Ketua Front Pembela Islam di wilayah Kota Depok mengungkapkan bahwa sebetulnya para petugas kepolisian telah mengetahui akan adanya sejumlah warung yang berjualan di lokasi tersebut menjual miras, namun tidak ditindak tegas atau ditutup karena telah melakukan perdagangan ilegal atau melanggar hukum.

“Polisi tahu kok ada sejumlah warung miras yang ada disitu masih beroperasi. Tapi yang saya bingung mengapa enggak ditutup, kan sudah jelas melanggar hukum tuh,” katanya kepada sejumlah wartawan di Depok, Senin (28/12/2015).

Menurut penjelasannya, masyarakat yang ada di kota Depok sudah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian kota Depok untuk dapat sesegera mungkin menindaklanjuti permasalahan tersebut agar segera membongkar ataupun menutup permanen warung warung penjual miras. Namun, sampai dengan saat ini, sejumlah warung penjaja miras masih banyak ditemui di lokasi tersebut.

“Banyak warung miras yang beroperasi di lahan pemerintah. Mereka bukan hanya menjual saja, namun disitu juga ada gudang penyimpanannya. Yang kami sangat sesalkan mengapa para petugas hanya menyita beberapa dus miras saja sedangkan didalamnya masih banyak ribuan botol miras masih tersimpan,” jelasnya.

Ia pun menegaskan jikalau tidak ditenangkan oleh sejumlah warga, keluarga para korban sudah nekat untuk menyerang para pemilik warung warung miras di lokasi tersebut. “Bukan hanya warga Pancoran Mas saja, melainkan warga Beji juga. Kalau tidak ditahan oleh warga, keluarga korban sudah menyerang habis habisan ke sejumlah warung tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Polresta Depok mengaku akan terus menyelidiki dan mengungkap kasus kematian sejumlah warga kota Depok yang meninggal usai mengkonsumsi miras oplosan yang dibeli disejumlah warung kelontong penjual miras oplosan. Mereka mereka yang meninggal akibat miras oplosan diketahui berinisial NW (50th), UD (40th) S (50th), B (45th) dan AM (55th).

“Pemilik dan sejumlah miras oplosan telah kami amankan. Sampai dengan saat ini, pemilik masih kami periksa secara intensif mengenai kasus kematian sejumlah warga kota Depok akibat mengkonsumsi miras oplosan. Untuk korban yang meninggal akibat miras oplosan sampai dengan saat ini telah berjumlah tujuh orang,” jelas Kapolresta Depok, Kombes Dwiyono.

Dwiyono menghimbau kepada masyarakat dan para keluarga korban untuk tidak melakukan main hakim sendiri yang akan berakibat buruk bagi kedua pihak. Dirinya pun juga meminta kepada para keluarga korban untuk dapat menahan diri, karena sampai dengan saat ini anggotanya masih terus bekerja menyelidiki kasus tersebut.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)