Polresta Depok Berhasil Amankan Dua Pelaku Pemeras Berkedok Wartawan

Polresta Depok Berhasil Amankan Dua Pelaku Pemeras Berkedok Wartawan

HarianDepok.com – Berita , Belum lama ini, Polresta Depok dalam menanggulangi adanya tindak kriminal di wilayah kota Depok, telah berhasil menangkap dua orang pelaku pemerasan yang menyamar sebagai wartawan di salah satu media ternama di Indonesia. Mereka diketahui melakukan pemerasan terhadap sejumlah pasangan mesum yang dilakukannya di wilayah Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat pada beberapa waktu lalu.

Dari aksinya terhadap sang korban, kedua wartawan gadungan tersebut berusaha memeras korban dengan cara menakut nakuti sejumlah pelanggan hotel yang mengaku akan membeberkan aib para korbannya ke media. Untuk dapat disembunyikan berita tersebut, korban akhirnya dipaksa untuk membayarkan sejumlah uang kepada mereka hingga ratusan juta rupiah.

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Polisi Dwiyono dalam menanggapi adanya aksi kriminal tersebut mengatakan, pihaknya langsung memburu dua orang pelaku wartawan gadungan yang dilaporkan oleh sejumlah korban yang mengaku bahwa dirinya dipaksa untuk membayarkan sejumlah uang kepada mereka hingga mencapai ratusan juta rupiah. Petugas yang sudah mengantongi identitas pelaku dan lokasi tempat tinggalnya pun dengan mudah menangkap kedua pelaku.

“Dua wartawan gadungan ini diduga telah melakukan aksi pemerasan terhadap sejumlah korbannya dengan modus menakut nakuti mereka dengan mengancam akan membeberkan aib sang korban ke media. Di dalam aksinya tersebut, korban dipaksa untuk membayarkan sejumlah uang sampai dengan ratusan juta rupiah kalau mau rahasianya tidak dibeberkan ke media,”ujarnya, Sabtu (26/12/2015).

Dari hasil penyelidikan terhadap kedua pelaku, petugas mendapati bahwa modus yang digunakan para pelaku adalah mengerjai korbannya yang diketahui berinisial NM dan R pasangan tanpa nikah yang pada saat itu tengah berdua duaan di salah satu kamar hotel kelas melati yang berlokasi di kawasan Cibinong. Kedua pelaku yang pada saat itu mengaku sebagai wartawan langsung mengancam korban yang baru saja keluar dari kamar hotel.

Melihat adanya kesempatan tersebut, pelaku yang masing masing berinisial AS dan ES langsung meminta bayaran sebesar 125 juta rupiah agar sejumlah foto yang ditangkapnya tidak disebarkan ke media. Namun, korban yang panik dan tidak dalam kondisi yang baik akhirnya menyanggupi permintaan para pelaku dengan membayarkan 25 juta rupiah saja.

Pelaku yang setuju, akhirnya meminta uang tersebut ditransfer ke sebuah rekening bank. Si korban yang mendapatkan desakan dan teror terus menerus dari para pelaku akhirnya melakukan pelaporan kepada petugas kepolisian. Setelah mendapatkan laporan tersebut, akhirnya petugas pun langsung bergerak menangkap kedua pelaku. Pada saat ditangkap, kedua pelaku mengakui perbuatannya akibat didesak oleh kebutuhan hidup.

Petugas yang pada saat itu langsung mengecek identitas para pelaku yang mengaku berprofesi sebagai wartawan ternyata hanyalah kepura puraan saja untuk dapat mengelabui si korbannya. “Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak lekas percaya terhadap orang yang mengaku berprofesi sebagai wartawan maupun aparat. Apalagi jika mereka melakukan pemerasan,” tegasnya.

Pelaku yang saat ini sudah diamankan petugas, dijerat dengan pasal 368 ayat 1 KUHP tentang penipuan dan pemerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)