Peringati 11 Tahun Tragedi Tsunami Aceh, Nelayan Dilarang Melaut

Peringati 11 Tahun Tragedi Tsunami Aceh, Nelayan Dilarang Melaut

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Pada hari ini, Sabtu (26/12/2015) tepat 11 tahun sejak bencana tsunami Aceh terjadi. Diketahui lebih dari 200 ribu jiwa terenggut ketika bencana dahsyat tersebut terjadi pada 26 Desember 2004 lalu. Saat ini pada peringatan 11 tahun, nelayan di seluruh Aceh kompak tidak melaut. Ini adalah kesepakatan bersama para nelayan yang dilakukan sejak Kamis malam 24 Desember 2015.

Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftah Cut Adek mengungkapkan, pada 26 Desember telah diputuskan sebagai hari pantang melaut di Aceh, karena pada hari ini bertepatan dengan terjadinya tsunami Aceh. “Sudah aturan kita mulai malam Jumat (Kamis malam) kemarin tidak melaut. Karena hari Jumat sampai berakhirnya hari peringatan tsunami pada 26 Desember yang merupakan hari tsunami,” jelas Miftah di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (26/12/2015).

Larangan melaut telah diputuskan dalam rapat Panglima Laot seluruh Aceh. Dan sudah disampaikan kepada nelayan seluruh daerah. “Nelayan baru diperbolehkan kembali melaut hari Sabtu sore nanti mulai pukul 18.00 WIB,” ucapnya. Bagi para nelayan yang mengabaikan aturan adat laut ini, akan dikenakan hukum adat laut. Yaitu kapalnya akan ditahan paling sedikit 3 hari atau maksimal 7 hari.

Sedangkan hasil tangkapannya akan disita Lembaga Panglima Laot. Selama tidak melaut, para nelayan disarankan untuk menggelar doa bersama di masjid-masjid atau pun madrasah yang ada. “Pada hari ini kita sarankan untuk berdoa bersama masyarakat untuk para korban tsunami 11 tahun silam,” ujar Miftah. Para nelayan di kawasan Lampulo, Banda Aceh pagi tadi terlihat menyandarkan kapalnya di kawasan Krueng Aceh, Lampulo. Untuk mengisi waktu, mereka memilih memperbaiki kapal dan perlengkapan melaut.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok