Jamkesda Depok Kini Dijadikan Satu Dengan BPJS Kesehatan

Jamkesda Depok Kini Dijadikan Satu Dengan BPJS Kesehatan

HarianDepok.com – Berita , Dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatannya kepada seluruh masyarakat kota Depok yang memiliki kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang diketahui sebanyak 127.937 peserta, pada 01 Januari 2016 mereka secara keseluruhan akan diintegrasikan dan bergabung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal ini dimaksudkan agar, seluruh pemegang Kartu Jamkesda dapat merasakan manfaatnya di seluruh rumah sakit dan klinik klinik yang bekerjasama dengan pihak BPJS di seluruh Indonesia dan bukan hanya di kota Depok saja. Selain dapat memperluas jaringan kesehatan, hal tersebut juga dimaksudkan agar dapat memudahkan seluruh para pemegang Kartu Jamkesda untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dimanapun.

Kepala UPT Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kota Depok, Yulia Oktavia dalam upayanya merealisasikan hal tersebut mengatakan, sebanyak 21 tahapan telah dilalui untuk melebur para pemegang Kartu Jamkesda agar menjadi satu dan masuk sebagai peserta BPJS Kesehatan. “Integrasi BPJS pada tahap awal sudah dilakukan pada awal Januari sudah selesai semuanya,” katanya di Depok, Rabu (23/12/2015).

Ia pun menambahkan, untuk proses integrasi para peserta Jamkesda yang ada di kota Depok memiliki dua tahapan lagi yang diperkirakan masih ada 50 ribu pemegang Kartu Jamkesda yang belum diintegrasikan ke BPJS Kesehatan. Kedepannya, proses integrasi para pemegang Kartu Jamkesda yang menjadi BPJS Kesehatan akan rampung pada akhir tahun 2016.

Yulia juga menjelaskan, setelah dilakukannya pencocokan dan penelitian kepada para pemegang Kartu Jamkesda di kota Depok pada April sampai dengan Mei 2015, diketahui sebanyak 188.660 peserta Jamkesda. Namun pada saat diintegrasikan menjadi BPJS Kesehatan, jumlahnya dihitung bukan per orang, melainkan per keluarga yang perhitungannya menggunakan KK. Dari jumlah tersebut, angka kepesertaan Jamkesda jumlahnya menjadi naik menjadi 251.000 jiwa.

Setelah adanya pengolahan data dan dicocokan dengan data yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kota Depok, data kembali mengalami penyusutan menjadi 187.465 jiwa yang selanjutnya data tersebut langsung dicocokan kembali dengan data BPJS Kesehatan sehingga data tersebut berkurang kembali jumlahnya yang menjadi 135.906 jiwa.

Dengan adanya peleburan antara Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dimiliki oleh Pemkot Depok dengan BPJS diharapkan kedepannya dapat memberikan kemudahan kepada seluruh masyarakat kota Depok dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit dan klinik yang ada di wilayah kota Depok.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: