Sejumlah Warga Dampak Pembangunan Tol Desari Desak Pemkot Depok Agar Segera Membayarkan Uang Ganti Rugi Lahannya

Sejumlah Warga Dampak Pembangunan Tol Desari Desak Pemkot Depok Agar Segera Membayarkan Uang Ganti Rugi Lahannya

HarianDepok.com – Berita , Masyarakat kota Depok yang lingkungan tempat tinggalnya terkena dampak pembangunan Jalan Tol Depok – Antasari (Desari) melakukan aksi demo terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar secepatnya untuk membayarkan sejumlah kerugian kepada mereka akibat jalan di lingkungannya terkena dampak pembangunan tol tersebut.

Hal ini masih menjadi permasalahan Pemkot Depok dalam meningkatkan kualitas pelayanan di kotanya yang harus segera diselesaikan dalam waktu dekat ini. Guna mencegah terjadi hal hal yang diinginkan, instansi terkait telah diterjunkan kelapangan guna mendata kembali jumlah jalan lingkungan yang terkena dampak proyek pembangunan Tol Desari.

Kepala Pengukuran Basan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Eka Sukma mengatakan, pihaknya sebagai salah satu instansi yang ditunjuk dan diberikan wewenang dalam menangani permasalahan tersebut saat ini tengah berupaya mengumpulkan sejumlah data jalan lingkungan yang terkena proyek pembangunan jalan Tol Desari.

“Sampai dengan saat ini kami masih terus menunggu keterangan resmi dari Pemkot Depok mengenai status jalan yang ada di lingkungan warga apakah sudah menjadi hak milik pemerintah ataukah masih menjadi milik warga sekitar.  Ini artinya, perlu adanya penegasan terlebih dahulu dari Pemkot terkait status milik jalan tersebut. Namun dilapangan kami banyak menemukan pernyataan bahwa sejumlah jalan tersebut masih dipegang dan dimiliki oleh warga,” jelasnya di Depok Rabu (23/12/2015).

Eka mengungkapkan bahwa di tahun ini sebanyak lima Kelurahan yang ada di wilayah kota Depok sedang didata oleh pihaknya mengenai jumlah lahan milik warga yang terkena dampak dari proyek jalan Tol Desari. Namun baru ada beberapa saja yang sudah dilakukan pembebasan yang diantaranya adalah Pangkalan Jati Baru dan Gandul. Sedangkan untuk wilayah Grogol, Krukut, Rangkapan Jaya Baru masih dalam proses pengecekan.

Untuk besaran nilai ganti rugi yang diberikan kepada warga, Eka mengaku tidak bisa memastikan berapa jumlah riil nya ini dikarenakan oleh pihaknya tidak bisa mengintervensi penentuan harga tanah yang terkena dampak pembangunan jalan Tol tersebut. “Kami tidak bisa intervensi karena itu bukan wewenang kami. Yang menentukan besaran nilai adalah tim appraisal,” jelasnya.

Sementara itu, Sayuti salah seorang warga Pangkalan Jati yang tanahnya telah terkena dampak dari pembangunan Jalan Tol Desari tersebut mengakui bahwa dirinya sudah mendapatkan penggantian pembebasan tanahnya dari pemerintah sejak tahun 2014 yang lalu. Dan untuk besaran harganya pun dibayarkan sebanyak 2,8 juta rupiah per meternya.

Namun dirinya mengaku bahwa instansi terkait masih belum membayarkan sebidang tanahnya yang diperuntukkan sebagai jalanan warga sekitar sepanjang 500 meter persegi yang berlokasi di Jalan Karya Mina, Pangkalan Jati Baru, Depok, Jawa Barat. Ia mengharapkan kepada Pemkot Depok agar segera membayarkan uang ganti rugi kepada dirinya sesegera mungkin agar tidak ada permasalahan baru kedepannya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]