Maulid Nabi dan Misa Natal Berbarengan, Sultan Cirebon Minta Maaf

Maulid Nabi dan Misa Natal Berbarengan, Sultan Cirebon Minta Maaf

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Pada tahun ini pelaksanaan upacara panjang jimat (pelal) di keraton-keraton Cirebon tepat bersamaan dengan misa natal. Panjang jimat adalah upacara adat sebagai puncak peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang digelar setidaknya di tiga keraton Cirebon. Ketiganya masing-masing Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan. Sultan Cirebon pun meminta maaf.

“Kami minta maaf kepada kaum nasrani yang pelaksanaan misa malam natal di gereja terganggu karena pelaksanaan pelal di Keraton Kasepuhan,” ujar Sultan Kasepuhan, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. Panjang jimat rencananya akan dilaksanakan pada Kamis malam (24/12/2015) berbarengan dengan misa natal.

Sultan mengakui, sejak jauh hari beberapa gereja yang berdekatan dengan Kasepuhan dan Kanoman terganggu dengan adanya aktivitas pasar muludan. Pasar muludan sendiri semacam pasar rakyat yang rutin digelar sebulan sebelum panjang jimat. Para pedagang menempati area sekitar keraton. Menurut Arief, kegiatan di gereja bisa jadi terganggu oleh pedagang ataupun parkir kendaraan di pasar muludan.

Arief pun berharap ada hikmah dari pelaksanaan peringatan keagamaan yang berbarengan itu. Terlebih, pada malam yang sama pun diperingati dua kelahiran nabi, yaitu Nabi Muhammad SAW dan Nabi Isa AS. “Kedua nabi ini sama-sama utusan Tuhan untuk meningkatkan akhlak manusia di dunia,” tuturnya. Sementara itu Walikota Cirebon, Nasrudin Azis berharap, situasi keamanan di Kota Cirebon menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan malam natal berjalan kondusif.

“Aparat keamanan sudah jauh-jauh hari melakukan langkah antisipasi,” ujarnya. Di tempat terpisah, Polres Cirebon pada Rabu kemarin (23/12/2015) telah menyisir dan melakukan sterilisasi setiap gereja di wilayah barat Kabupaten Cirebon. Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Hariyanto mengungkapkan, kegiatan tersebut guna memberi rasa aman bagi umat nasrani dalam menjalankan hari raya Natal. Penyisiran dan sterilisasi dilakukan satu persatu yang dimulai dari halaman luar gereja, tempat duduk jemaat, setiap ruangan, sampai dapur.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok