Lima Warga Depok Meninggal Usai Mengkonsumsi Miras Oplosan

Lima Warga Depok Meninggal Usai Mengkonsumsi Miras Oplosan

HarianDepok.com – Berita , Akibat mengkonsumsi minuman keras oplosan, lima warga Kampung Lio, Depok akhirnya tewas dengan mengenaskan. Diketahui kelima korban tersebut bernama Enday Wijaya (52th), Syarifudin (45th), Maulana (43th), Saimin (48th) dan Ahmad Miat (58th) yang tewas dalam waktu berdekatan setelah mengalami sakit perut dan kejang kejang akibat mengkonsumsi minuman keras oplosan.

Syamsudin, Ketua RT 03 RW 20, Kelurahan Depok, Pancoran Mas mengatakan, kelima korban tersebut sebelum meninggal, mereka bersama sama membeli minuman keras yang berada si kawasan Situ Pladen, Beji, Depok. Setelah mengkonsumsinya dengan dicampurkan minuman berenergi kontan saja kelima korban tersebut mengalami keanehan di sekitar organ pencernaannya dan mengalami kejang kejang.

“Kelima korban usai mengkonsumsi minuman keras yang dicampurkan dengan minuman berenergi mendadak mengalami kejang kejang dan sakit perut. Ditambah lagi mereka mengalami kebutaan di bagian mata dan selalu mengeluarkan keringat lebih dari normalnya orang orang. Semuanya ini terjadi usai mereka mengkonsumsi miras oplosan yang mereka beli sendiri,” ujarnya di Depok, Senin (21/12/2015).

Korban yang tiba tiba mendadak mengalami kejanggalan tersebut akhirnya dibawa pulang guna diberikan pertolongan oleh kerabat dan sanak saudara. Empat korban yang keracunan minuman keras tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya sendiri karena tidak mendapatkan pertolongan dari medis. Sedangkan Ahmad Miat tewas setelah mendapatkan perawatan intensif dari pihak dokter di Rumah Sakit Harapan.

“Empat korban yang keracunan miras oplosan tidak tertolong dan belum sempat dilarikan ke rumah sakit akhirnya meninggal dunia di rumahnya masing masing, sedangkan Ahmad Miat usai dirawat di rumah Sakit Harapan sempat kritis dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya akibat mengalami hal yang sama,” katanya.

Guna mencegah timbulnya kejadian serupa, ia meminta kepada pihak kepolisian kota Depok untuk dapat segera menyita dan merazia sejumlah tempat penjual miras yang diketahui sangat marak pada saat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2016. Selain daripada itu dirinya juga meminta kepada petugas untuk benar benar melakukan kewajibannya dengan baik tanpa adanya kongkalikong dengan para pedagang miras.

“Kami berharap petugas segera menindak tegas para pedagang miras yang ada di wilayah kota Depok, masyarakat sudah mulai resah dengan adanya kejadian yang seperti ini. Jika memang petugas tidak mau melakukannya, maka masyarkat yang nantinya akan turun langsung ke jalan guna menyisir dan membumi hanguskannya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polresta Depok, Vivick Tjangkung mengatakan, pihaknya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai perihal tersebut langsung melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penjual miras oplosan yang memakan korban sampai lima orang. Sejumlah petugas kepolisian pun langsung dikerahkannya ke lokasi.

“Sampai saat ini, kasus kematian lima orang warga Depok akibat menenggak miras oplosan masih terus kami selidiki,” katanya.

Setelah melakukan penggeledahan ke sejumlah tempat yang diduga menjual miras oplosan di Jalan Ridwan Rais, Beji, Depok ternyata petugas hanya mendapati miras yang sudah dikemas di dalam botol dan bukan miras oplosan. Dugaan sementara bahwa kelima korban tersebut meninggal akibat mengoplos mirasnya sendiri.

“Setelah kami melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi, petugas hanya mendapati miras yang sudah dikemas di dalam botol dan tidak menemukan miras oplosan yang dijual di tempat tersebut. Dugaan kami sementara ini, kelima korban meninggal diakibatkan mengkonsumsi miras yang dioplos sendiri dengan ditambahkan minuman lain kedalamnya,” tandasnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: