Korsel Sulap Sungai, Jembatan Dan Rumah Kumuh Jadi Obyek Wisata

korsel-sulap-sungai-jembatan-dan-rumah-kumuh-jadi-obyek-wisata

HarianDepok.com – Berita Unik – Korea Selatan tak hanya sukses dalam mengelola bidang transportasi dan industri lainnya. Di bidang pariwisata, negeri ginseng ini juga berhasil.

Sejumlah tempat dianggap kumuh berhasil disulap menjadi obyek wisata favorit. Tak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga menyedot wisatawan asing datang ke sana.

Salah satunya adalah Sungai Cheonggyecheon. Sungai sudah ada sejak 600 tahun lalu itu, pada 1970 tertutup dengan bangunan beton jalan layang. Di atas jalan layang itu melintas lebih dari 170 ribu kendaraan per harinya.

Pertumbuhan penduduk pun tak bisa dibendung, sehingga kawasan Sungai Cheoggyecheon tumbuh menjadi kawasan kumuh, dengan rumah-rumah reyot di sekitar sungai. Pada era 1990-an hingga 2000-an, pemerintah setempat mulai membangun kawasan sungai berkualitas.

Saat itu ada dua pilihan, yakni melakukan restorasi atau tetap dikembangkan sebagai jalan layang. Pilihan restorasi sungai akhirnya diambil oleh Wali Kota Seoul saat itu, Lee Myung Bak, yang kemudian pada 2008 menjadi Presiden Korea Selatan.

Pada Juli 2003, restorasi Sungai Cheonggyecheon dimulai. Rumah kumuh yang dulu banyak ditemukan di sekitar sungai dibongkar, tetapi wisatawan masih bisa melihat deretan rumah kumuh sengaja dilestarikan, terletak di depan Museum Cheonggyecheon. Merdeka.com berkesempatan berkunjung ke sana belum lama ini.

Kurator Museum Cheonggyecheon, Park Min A mengatakan, di museum itu bisa dilihat perjalanan restorasi dan kondisi serta sejarah Sungai Cheonggyecheon. Menurut dia, ada banyak tantangan saat melakukan restorasi.

“Banyak masyarakat yang tidak setuju dan melakukan protes. Apalagi kawasan itu merupakan pusat perbelanjaan,” kata Park.

Berkat penjelasan dilakukan pemerintah, tantangan itu bisa diselesaikan. Pemerintah memberikan solusi dengan menyokong dana bagi pedagang dan mempromosikan tempat berdagang mereka yang baru. Sehingga selama 2 tahun 3 bulan, dan menghabiskan dana hingga 390 miliar Won Korea, sungai sepanjang 5,6 kilometer itu disulap menjadi obyek wisata indah dan ramah lingkungan.

Air sungai yang dulunya kotor, kata Park, dibendung dan disaring agar tetap jernih. Ketinggian air yang hanya sekitar 40 centimeter menjadikan pemandangan mata bisa tembus hingga dasar sungai.

Sungai di Korea Selatan 2015 merdeka.com/arie sunaryo

“Dulu saat pembongkaran jalan layang masih banyak ditemukan benda bersejarah. Di sekitar sungai juga dibangun pedestrian untuk pejalan kaki. Ada tiga faktor yang diperhatikan saat membangun, yakni modernitas, alam, dan budaya,” ujar Park.

Selain Sungai Cheonggyecheon, obyek wisata menarik lainnya adalah Sungai Han. Di atas sungai itu terdapat Jembatan Mapo yang letaknya dekat dengan taman Seonyudo. Jembatan itu ternyata menjadi tempat favorit bunuh diri.

Lim Dong Bo, warga setempat mengatakan, buat menekan tingginya aksi bunuh diri, pemerintah Korea memasang telepon di jembatan itu. Telepon itu sebagai konseling, sehingga mereka nantinya bisa mengurungkan niat bunuh diri.

Telepon di jembatan Korea Selatan 2015 merdeka.com/arie sunaryo

“Aksi bunuh diri di sungai ini cukup tinggi, namun banyak yang mengurungkan niatnya setelah menelepon,” kata Lim.

[Irma wulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer